Tugas Akhir
Uji eksperimentasi aplikasi lumpur lapindo sebagai bahan tambahan untuk pembuatan genteng / Eva Yuliatna Saputri
Abstrak
Kata Kunci Genteng lumpur lapindo kualitas Genteng keramik adalah suatu unsur bangunan yang berfungsi sebagai penutup atap dan dibuat dari tanah liat dengan atau tanpa dicampur dengan bahan tambahan.Lumpur lapindo sebagai bahan tambahan untuk genteng tidak berbahaya dan bisa diolah menjadi bahan konstruksi.Lumpur memiliki kandungan yang cocok untuk pembuatan genteng keramik Di antaranya lumpur lapindo mengandung tanah bercampur pasir dan memiliki sifat yang mudah dibentuk.Genteng standar menggunakan bahan utama berupa tanah liat sedangkan untuk genteng yang akan diteliti menggunakan lumpur Lapindo dengan komposisi 0% 10% 20% 30% 40% 50% dan60%dari volume campuran lumpur Lapindo dengan tanah liat.Pada genteng yang diteliti akan dilakukan uji terhadap kualitas genteng yang meliputi pandangan luar ketepatan ukuran dan ketahanan terhadap perembesan air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kualitas genteng dengan atau tanpa campuran lumpur lapindo ditinjau dari pandangan luar dan berat bagaimana kualitas genteng ditinjau dari ketepatan ukuran bagaimana kualitas genteng ditinjau dari ketahanan terhadap perembesan air dan bagaimana komposisi campuran lumpur lapindo yang memenuhi standar kualitas genteng.Material benda uji diambil dari lumpur lapindo Sidoarjo Jl.Gayung Kebunsari No.50 Surabaya. Populasi penelitian adalah genteng produksi pengrajin Desa Belahan Tengah Mojosari-Mojokerto. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 168 buah genteng.Terdiri dari sampel kontrol 0% 10% 20% 30% 40% 50% dan 60%.Dan masing-masing 24buah untuk sampel eksperimen. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen.Penelitian eksperimen dimulai dari pengambilan sampel yaitu lumpur lapindo kemudian pembuatan benda uji yang dilakukan di industri pembuatan genteng. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pandangan luar genteng yang memenuhi standar adalah dengan menggunakan campuran lumpur lapindo sebanyak 0% 10% 20% 30% dan 40%. Dari segi berat genteng 0% 10% dan 20%. Dari segi ketepatan ukuran panjang berguna semua memenuhi tetapi tidak dirumuskan dalam standar kualitas artinya memiliki ukuran diantara kecil dan sedang kecuali campuran 60% termasuk ukuran kecil.Untuk ukuran lebar berguna yang memenuhi standar adalah genteng tanpa campuran lumpur dan dengan campuran lumpur sebanyak 10% .Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan genteng yang menetes adalah keseluruhan benda uji mulai dari tanpa campuran sampai dengan campuran sebanyak 60%. Dengan demikian genteng dari produksi pengrajin dari Desa Belahan Tengah Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto memiliki kualitas yang jelek berdasarkan NI-19 BAB II pasal 2.4.