Skripsi
Hubungan antara kondisi kelengkapan peralatan menggambar dan kondisi kelas menurut persepsi siswa dengan hasil belajar menggambar konstruksi dasar siswa kelas XI Teknik Permesinan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen / Ropiko Putra Jaya
Abstrak
Kata Kunci Peralatan Menggambar Kelas Persepsi Siswa Gambar teknik Hasil belajar Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kondisi kelengkapan peralatan menggambar dan kondisi kelas menurut persepsi siswa dengan hasil belajar menggambar konstruksi dasar siswa kelas XI Teknik Pemesinan SMK Muhammadiyah I Kepanjen. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 160 siswa dan jumlah sampel diambil 25% dari populasi. Instrumen yang digunakan untuk proses pengumpulan data adalah check list angket dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul selanjutnya diolah untuk menguji validitas angket deskripsi hasil penelitian dan korelasi antar variabel. Setelah dilakukan pengujian instrumen angket memiliki reliabilitas sangat tinggi yaitu sebesar 0 853. Hasil analisis data menyatakan bahwa 55% atau secara umum kelengkapan peralatan menggambar yang dimiliki siswa dalam kondisi kurang memadai. Sedangkan untuk kondisi kelas 80% siswa menyatakan ruang kelas XI dalam kondisi cukup kondusif. Selanjutnya untuk hasil belajar menggambar konstruksi dasar 60% atau sebagian besar siswa mendapatkan nilai dengan predikat cukup pada indeks standar ketuntasan minimum. Pengujian hipotesis yang dilakukan menunjukkan bahwa antara kondisi kelengkapan peralatan menggambar dan kondisi kelas menurut persepsi siswa dengan hasil belajar menggambar konstruksi dasar terdapat hubungan yang signifikan dan positif. Hasil belajar menggambar konstruksi dasar memiliki ketergantungan terhadap kondisi kelengkapan peralatan menggambar dan kondisi kelas sebesar 44 3%. Sedangkan secara sendiri-sendiri sumbangan efektif kondisi kelengkapan peralatan menggambar terhadap hasil belajar menggambar konstruksi dasar adalah sebesar 18 014% dan kondisi kelas sebesar 26 334%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi kelengkapan peralatan menggambar dan kondisi kelas menurut persepsi siswa dengan hasil belajar menggambar konstruksi dasar baik secara parsial maupun simultan. Selanjutnya dapat disarankan agar sekolah dan guru hendaknya lebih meningkatkan motivasi belajar siswa dengan harapan agar siswa berusaha untuk melengkapi peralatan menggambar yang dimiliki. Sekolah juga hendaknya lebih menyadari pentingnya keahlian menggambar bagi siswa dengan mengadakan fasilitas berupa studio gambar yang sementara ini belum ada sehingga siswa dapat lebih optimal dalam mempelajari matadiklat Gambar Teknik.