Skripsi
Penerapan bahan ajar IPA terpadu dengan model siklus belajar (Learning cycle) untuk meningkatkan keterampilan proses ilmiah dan hasil belajar siswa kelas VII SMPN 18 Malang / Kuney Shofwatul Hamidah
Abstrak
Kata kunci IPA terpadu siklus belajar keterampilan proses ilmiah hasil belajar. Salah satu upaya peningkatan kualitas pendidikan Indonesia adalah pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Hasil observasi dan wawancara dengan guru bidang studi IPA (Biologi) serta melakukan pengamatan langsung pembelajaran di kelas pada kelas VII G SMPN 18 Malang ditemukan beberapa permasalahan di antaranya adalah 1) guru masih menggunakan metode ceramah 2) rerata kriteria keterampilan proses yang dimiliki siswa cenderung rendah 3) hasil belajar siswa belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) 4) pembelajaran IPA yang diterapkan di kelas bukan merupakan pembelajaran IPA terpadu. Salah satu model pembelajaran yang dianggap sesuai untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah siklus belajar (Learning Cycle). Siklus belajar pada penelitian ini terdiri dari empat fase yaitu eksplorasi eksplanasi ekspansi dan evaluasi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dan masing-masing siklus terdiri dari empat kali pertemuan. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Desember 2009 sampai akhir bulan Juni 2010. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas VII G SMPN 18 Malang yang berjumlah 40 siswa 23 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bahan ajar IPA terpadu dengan model siklus belajar (Learning Cycle) dapat meningkatkan keterampilan proses ilmiah dan hasil belajar siswa kelas VII SMPN 18 Malang. Hal ini didasarkan pada meningkatnya persentase keterampilan proses dengan kriteria baik (B) dari siklus I ke siklus II dari 32 50% menjadi 75%. Meningkatkan hasil belajar siswa didasarkan pada 3 ranah yaitu 1) hasil belajar kognitif mengalami peningkatan persentase siswa yang tuntas belajar kognitif dari siklus I ke siklus II dari 87 57% menjadi 97 50% 2) hasil belajar afektif siswa mengalami peningkatan persentase siswa yang tuntas belajar dari siklus I ke siklus II dari 40% menjadi 85% 3) hasil belajar psikomotor siswa mengalami peningkatan persentase siswa yang tuntas belajar dari siklus I ke siklus II dari 72 50% menjadi 92 50%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan maka saran dari penelitian ini yaitu 1) bagi guru disarankan untuk menerapkan model pembelajaran ini pada materi dengan karakteristik yang sesuai 2) pada penelitian selanjutnya hendaknya juga meneliti aspek lain selain keterampilan proses ilmiah dan hasil belajar siswa.