Skripsi
Penerapan pembelajaran model think pair share dalam menyelesaikan msalah tidak rutin pada pokok bahasan segiempat bagi siswa kelas VII MTs. Barakatul Hasan Probolinggo / Hanifah Dini Agustina
Abstrak
Kata Kunci Masalah tidak rutin Model Think Pair Share Segiempat Dalam pembelajaran matematika masih banyak guru yang melakukan pembelajaran konvensional soal-soal yang diberikan kepada siswa masih sering berupa soal rutin sehingga kemampuan siswa untuk menyelesaikan soal tidak rutin kurang terasah dalam masalah tidak rutin untuk sampai pada prosedur yang benar diperlukan analisis dan proses pemikiran yang lebih mendalam. Para peserta didik akan lebih memahami suatu materi bila mereka belajar secara maksimal. Salah satu model pembelajaran yang mengoptimalkan siswa dalam belajar adalah pembelajaran kooperatif model think pair share (TPS). TPS memberikan waktu berpikir dan merespon serta saling bantu satu sama lain. TPS terdiri dari 3 tahapan inti yaitu think (berpikir) artinya siswa memikirkan secara individu suatu permasalahan pair (berpasangan) artinya secara berpasangan mendiskusikan suatu permasalahan dan share (berbagi) artinya siswa mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Penelitian ini mengkaji penerapan pembelajaran TPS dalam membantu siswa menyelesaikan masalah tidak rutin. Penelitian dilakukan di MTs Barakatul Hasan Probolinggo kelas VII-A semester genap tahun 2008/2009 dengan subjek penelitian adalah 24 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian ekspositori. Data diambil dari pengamatan selama pembelajaran wawancara catatan lapangan dan hasil jawaban siswa yang ditulis pada LKS. Penelitian dilakukan dalam empat pertemuan. Kemampuan menyelesaikan soal tidak rutin diukur dari macam-macam strategi pemecahan masalah yang digunakan oleh siswa. Pembelajaran dengan metode TPS terdiri atas tiga kegiatan yaitu kegiatan awal inti dan akhir. Pembelajaran dimulai dengan tahap Think peneliti membagi LKS kepada setiap siswa siswa mengerjakan LKS secara individu tahap Pair peneliti meminta siswa berdiskusi dengan teman berpasangannya kedua siswa membandingkan hasil pekerjaan masing-masing berusaha mengungkapkan pendapatnya dan saling membantu melengkapi soal-soal yang belum dijawab pada LKS tahap Share peneliti meminta siswa mempresentasikan hasil diskusinya di depan tetan-teman satu kelas. Dengan penerapan TPS tersebut dapat membantu siswa menyelesaikan masalah tidak rutin. Hal ini dapat diketahui dari bertambahnya kemampuan siswa dalam menggunakan strategi pemecahan masalah yang didapat dari pasangannya pada tahap Pair.