UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Perbedaan model pembelajaran kooperatif tipe expert group (Jigsaw) dengan model ceramah bermakna terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan perbaikan peripheral kelas X TKJ di SMK Negeri 6 Malang / Ainun Kusuma Ningrum

Ningrum, Ainun Kusuma - Nama Orang;

Abstrak
Kata Kunci hasil belajar Model Pembelajaran Kooperatif tipe Expert Group (JIGSAW) model Ceramah Bermakna perbaikan peripheral Salah satu kunci utama dalam peningkatan mutu pendidikan adalah guru. Guru secara langsung dapat menciptakan kondisi dan situasi yang memungkinkan siswa membentuk makna dari bahan-bahan pelajaran melalui suatu proses belajar dan menyimpannya dalam ingatan yang sewaktu-waktu dapat diproses dan dikembangkan lebih lanjut. Usaha guru untuk mencapai tujuan pembelajaran antara lain memilih model yang tepat sesuai dengan materinya dan menunjang terciptanya kegiatan belajar mengajar yang kondusif. Berdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan di lokasi penelitian (SMKN 6 Malang) diperoleh data hasil belajar dan rata-rata kelas yang sangat rendah pada mata pelajaran Peripheral kompetensi Melakukan Perbaikan Peripheral . Selama ini siswa kelas X TKJ di SMK N 6 Malang banyak yang kurang berhasil dalam melakukan praktikum karena kurang mampu menerapkan teori ke dalam praktikum. Bahkan pada kelas yang dijadikan sampel dalam penelitian ini diperoleh nilai rata-rata pre-test yang rendah yaitu 54 21 dengan nilai tertinggi hanya 63 dan terendah 43 di kelas X TKJ 3 sedangkan di X TKJ 5 rata-rata 55 07 dengan nilai tertinggi 67 dan terendah 33. Untuk mengatasi permasalahan di atas dalam penelitian ini diterapkan model pembelajaran kooperatif Expert Group (JIGSAW) dengan pertimbangan model pembelajaran kooperatif tipe Expert Group (JIGSAW) adalah pembelajaran yang didesain untuk meningkatkan rasa tanggungjawab siswa terhadap pembelajaran sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perbedaan hasil belajar (ranah kognitif dan psikomotorik) antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Expert Group (JIGSAW) dengan siswa yang diajar menggunakan model Ceramah Bermakna pada kompetensi Melakukan Perbaikan Peripheral . Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu. Variabel dalam penelitian ini adalah hasil belajar ranah kognitif dan ranah psikomotorik siswa kelas X TKJ pada pokok bahasan Perbaikan Peripheral sebagai variabel terikat sedangkan variabel bebasnya adalah model pembelajaran kooperatif tipe Expert Group (JIGSAW) dan model Ceramah Bermakna. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X TKJ di SMKN 6 Malang semester 2 tahun ajaran 2009/2010 sebanyak 239 siswa dengan sampel penelitian ini adalah kelas X TKJ 3 (42 siswa) sebagai kelas kontrol dan kelas X TKJ 5 (41 siswa) sebagai kelas eksperimen. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling kelompok (kluster). Instrumen penelitian ini yaitu instrumen pembelajaran dan pengukuran. Instrumen pembelajaran berupa perangkat pembelajaran. Instrumen pengukuran berupa instrumen tes dan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif. Analisis stasistik kuantitatif untuk menganalisis data kemampuan awal siswa dan hasil belajar siswa yang terdiri dari uji normalitas uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Expert Group (JIGSAW) dengan siswa yang diajar dengan model ceramah bermakna. Hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Expert Group (JIGSAW) lebih tinggi daripada siswa yang diajar dengan ceramah bermakna. Untuk hasil belajar ranah kognitif diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen (72 27) lebih tinggi dai kelas kontrol (67 05) dengan selisih sebesar 5 22 poin. Sedangkan untuk hasil belajar ranah psikomotorik diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen (81 61) lebih tinggi dai kelas kontrol (76 90) dengan selisih sebesar 4 71 poin. Sehingga disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Expert Group (JIGSAW) dapat meningkatkan hasil belajar (ranah kognitif dan psikomotorik) siswa pada kompetensi Melakukan Perbaikan Peripheral .


Informasi Detail
DDC
Rs 004.64 NIN p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, 2010.
Deskripsi Fisik
xi, 200 + [6] lembar : il., tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
02983/KI/10
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2010
Subjek
1. PERIPHERAL (KOMPUTER) - PERBAIKAN - PRESTASI BELAJAR
2. PERIPERAL (KOMPUTER) - METODE PEMBELAJARAN

Pembimbing
1. SYAAD PATMANTHARA ; 2. PUGER HONGGOWIYONO
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik