Tugas Akhir
Penerapan model siklus belajar peta pikiran untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VI SDN Lidah Kulon V/468 Surabaya pada mata pelajaran IPA / Sri Yanti
Abstrak
Kata kunci Model Siklus Belajar Peta Pikiran Aktivitas Belajar Hasil Belajar IPA. Penelitian ini berlatar belakang dari pengalaman peneliti sebagai guru kelas VI SDN Lidah Kulon V/468 Surabaya yang menemukan fakta bahwa tingkat aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA khususnya pada pokok bahasan Memahami Pengaruh Kegiatan Manusia terhadap Keseimbangan Ekosistem masih rendah. Hal ini ditunjukkan oleh pencapaian nilai hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA yang masih di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditentukan oleh sekolah. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan guru terhadap nilai ulangan harian IPA siswa pada pokok bahasan Memahami Pengaruh Kegiatan Manusia terhadap Keseimbangan Ekosistem nilai rata-rata ulangan harian IPA siswa kelas VI SDN Lidah Kulon V/468 Surabaya hanya mencapai 67 38 padahal kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditentukan oleh SDN Lidah Kulon V/468 Surabaya adalah 70 00. Dari 24 siswa terdapat 11 orang siswa (45%) yang masih memperoleh nilai di bawah KKM (0-69). Hal ini dapat diartikan bahwa pembelajaran dalam kelas tersebut dinilai masih belum berhasil atau belum tuntas karena hanya 13 orang siswa saja (54%) yang mendapat nilai di atas KKM (70-100). Selain itu dalam pembelajaran IPA di kelas guru juga menjumpai beberapa permasalahan seperti (1) Siswa sangat pasif dan jarang sekali mau bertanya atau mengemukakan pendapatnya dan (2) Siswa banyak yang malas membaca atau mencari informasi tambahan mengenai materi IPA dan hanya mengandalkan guru sebagai sumber pengetahuan dan pencari informasi. Tingkat ketergantungan siswa pada guru masih tinggi. Berdasarkan hasil kajian dan refleksi guru (peneliti) terhadap permasalahan-permasalahan dalam pembelajaran IPA tersebut ditemukan faktor-faktor penyebab munculnya permasalahan tersebut diantaranya (1) Pemilihan metode pembelajaran yang kurang tepat oleh guru. Selama ini metode yang dominan digunakan oleh guru adalah metode ceramah yang dilanjutkan dengan mencatat dan latihan soal sehingga membuat siswa kurang terlatih untuk beraktivitas dalam pembelajaran seperti mengajukan dan menjawab pertanyaan berdiskusi atau bekerjasama dengan siswa lainnya dan (2) Metode pencatatan yang dilakukan oleh guru masih klasikal/konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan penerapan model siklus belajar dan peta pikiran dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VI SDN Lidah Kulon V/468 Surabaya pada mata pelajaran IPA (2) Mendeskripsikan penerapan model siklus belajar dan peta pikiran untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VI SDN Lidah Kulon V/468 Surabaya pada mata pelajaran IPA dan (3) Mendeskripsikan penerapan model siklus belajar dan peta pikiran untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SDN Lidah Kulon V/468 Surabaya pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Pada masing-masing siklus dilaksanakan tahap perencanaan pelaksanaan tindakan pengamatan dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN Lidah Kulon V/468 Surabaya yang berjumlah 24 orang siswa. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dalam rentang waktu dua bulan mulai bulan Pebruari sampai Maret 2010. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pedoman observasi tes perekaman secara audio-visual dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diterapkannya model siklus belajar dan peta pikiran di SDN Lidah Kulon V/468 Surabaya yang dilaksanakan berdasarkan tahap/fase-fase enggagement (pendahuluan) exploration (pengenalan konsep) explanation (penjelasan konsep) elaboration (penerapan konsep) dan evaluation (evaluasi) telah dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA khususnya pada pokok bahasan Memahami Pengaruh Kegiatan Manusia terhadap Keseimbangan Ekosistem . Peningkatan aktivitas belajar siswa terlihat dari perolehan skor rerata 3 33 (66 6%) pada siklus I dan meningkat menjadi rerata 4 08 (81 6%) pada siklus II. Adapun hasil belajar siswa meningkat dengan perolehan skor rerata 72 13 pada siklus I menjadi rerata 77 25 pada siklus II. Begitu pula dengan prosentase ketuntasan belajar siswa sebesar 54% pada tahap pra tindakan meningkat menjadi 67% pada siklus I dan 87 5% pada siklus II. Beberapa saran yang dapat disampaikan berdasarkan hasil dari penelitian ini yaitu (1) Bagi guru dianjurkan untuk menerapkan model siklus belajar dan peta pikiran sebagai alternatif pemecahan masalah pembelajaran IPA pada materi pokok lain yang mempunyai karakteristik yang sama dengan materi pokok yang digunakan dalam penelitian ini (2) Sebelum menerapkan model siklus belajar dan peta pikiran dalam pembelajaran di kelas hendaknya guru memperkenalkan terlebih dahulu konsep peta pikiran dan cara membuatnya sehingga pada saat pelaksanaan tindakan siswa tidak lagi kebingungan dan bertanya-tanya tentang tentang hal tersebut. Dengan demikian waktu pelaksanaan pembelajaran pun akan menjadi lebih efektif (3) Pembelajaran yang hanya mengutamakan hasil tidak akan membawa dampak yang baik bagi pembentukan pengalaman belajar siswa. Oleh karena itu dalam pembelajaran selanjutnya hendaknya guru tidak hanya berpatokan untuk mengejar hasil yang baik pada UASBN dan mengesampingkan proses siswa belajar. Guru setidaknya harus dapat menerapkan model-model pembelajaran yang inovatif dan variatif dalam beberapa kali pelaksanaan pembelajarannya dan tidak hanya dominan menggunakan metode ceramah. Dengan demikian pembelajaran akan menjadi lebih bermakna.