Skripsi
Pengembangan perangkat pembelajaran berdasarkan prinsip progressive differentiation dan integrative reconciliation pada materi pernyataan majemuk dan berkuantor di kelas X SMA / Zulfa Anggraini Rahman
Abstrak
Kata kunci perangkat pembelajaran prinsip Progressive Differentiation dan Integrative Reconciliation pernyataan majemuk dan berkuantor Siswa cenderung mempelajari matematika dengan cara menghafal untuk mengerjakan soal matematika. Siswa tidak memahami materi matematika secara mendalam karena dalam struktur kognitifnya materi tersebut merupakan hal yang terpisah-pisah. Dengan pemahaman yang cukup tentang kondisi kognitif siswa guru mampu untuk mengembangkan kemampuan matematika siswa. Pembelajaran matematika sekolah tidak terlepas dari psikologi pembelajaran yang mendasarinya. Psikologi pembelajaran berkaitan dengan pola pikir siswa. Hal ini yang melatarbelakangi penulis untuk mengembangkan suatu perangkat pembelajaran berdasarkan prinsip Progressive Differentiation dan Integrative Reconciliation yang merupakan prinsip dalam pembelajaran bermakna menurut Ausubel. Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran berdasarkan prinsip Progressive Differentiation dan Integrative Reconciliation pada materi pernyataan majemuk dan berkuantor di kelas X SMA. Perangkat pembelajaran ini berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Perangkat pembelajaran yang dihasilkan telah diuji ahli. Uji ahli melibatkan tiga orang ahli. Hasil uji ahli menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yaitu RPP dan Lembar Kerja Siswa (LKS) valid. Kemudian Lembar Kerja Siswa (LKS) diujicobakan kepada lima orang siswa SMA. Hasil uji coba Lembar Kerja Siswa (LKS) menunjukkan bahwa Lembar Kerja Siswa (LKS) dapat dipahami dengan baik oleh siswa. Perangkat pembelajaran dikembangkan berdasarkan karakteristik prinsip Progressive Differentiation dan Integrative Reconciliation yaitu (1) Guru menjelaskan suatu konsep matematika dari materi yang paling umum kemudian secara bertahap materi itu dibedakan menjadi submateri (2) Siswa menunjukkan kriteria-kriteria pembeda dari materi yang umum sehingga berdasarkan kriteria itu materi dikhususkan menjadi submateri (3) Siswa menggolongkan submateri-submateri berdasarkan kriteria pembeda (4) Siswa menyusun dan mengatur submateri-submateri dalam hierarkhi konsep matematika (5) Guru mengarahkan siswa untuk menentukan hubungan antar submateri dalam suatu konsep matematika yang sedang dipelajari dan hubungan submateri itu dengan materi lain dari konsep yang pernah dipelajari (6) Siswa mencari hubungan dari submateri-submateri dalam konsep matematika yang sedang dipelajari dan (7) Siswa menentukan hubungan materi dalam konsep yang sedang dipelajari dengan materi lain dalam konsep yang pernah dipelajari.