UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Pengaruh jenis asesmen biologi dalam pembelajaran kooperatif TPS (Think Pair Hsare) terhadap kemampuan kognitif, berpikir kritis, berpikir kreatif, dan kesadaran metakognitif siswa SMA di kota Malang / Yuni Pantiwati

Pantiwati, Yuni - Nama Orang;

Abstrak
Kata Kunci Asesmen Autentik Pembelajaran Kooperatif TPS (Think Pair Share) Kemampuan Kognitif Bepikir Kritis Berpikir Kreatif Kesadaran Metakognitif. Asesmen mata pelajaran Biologi di SMA Kota Malang pada umumnya masih menggunakan paper and pencil test. Cara penilaian tersebut tidak dapat menilai secara berkesinambungan dan tidak mencakup seluruh aspek pada diri peserta didik baik aspek kognitif afektif maupun psikomotor. Paper and pencil test hanya membuat anak pandai menghafal tetapi tidak terampil berpikir oleh karena itu diperlukan asesmen yang baik dan bermakna. Asesmen autentik adalah salah satu alternatif solusi dalam menilai perkembangan belajar siswa secara lebih komprehensif objektif lebih menekankan pada pengembangan asesmen yang lebih akurat dan dapat mencerminkan serta mengukur apa yang dinilai. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi sistem penilaian yang dilakukan guru dalam proses belajar mengajar untuk mengukur pencapaian kompetensi dasar mata pelajaran Biologi pada siswa di SMA Kota Malang 2) menemukan perbedaan kemampuan kognitif berpikir kritis berpikir kreatif dan kesadaran metakognitif siswa yang penilaiannya menggunakan asesmen autentik dengan asesmen konvensional pada sekolah dengan kategori tinggi dan kategori rendah dalam pembelajaran kooperatif TPS. Penelitian ini terdiri dari dua jenis penelitian yaitu survai dan eksperimen. Tahap pertama survai di 11 sekolah SMA Kota Malang untuk mendapatkan gambaran sistem penilaian mata pelajaran Biologi yang digunakan oleh guru dan sekolah. Tahap kedua eksperimen dengan rancangan faktorial 2x2 desain eksperimen semu (Quasi Experimental Designs). Sampel penelitian adalah siswa kelas XI.1 dan kelas XI.2 SMAN I Kota Malang siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Kota Malang dan siswa kelas XI SMA Wahid Hasyim Kota Malang. Teknik an lisis data dilakukan secara deskriptif dan an lisis statistik ANACOVA yang dilanjutkan uji lanjut dengan uji beda menggunakan Least Significant Different (LSD). Hasil penelitian menunjukkan hal-hal berikut 1) Sistem penilaian yang dilakukan guru dalam proses belajar mengajar untuk mengukur pencapaian kompetensi dasar mata pelajaran Biologi pada siswa di SMA Kota Malang pada umumnya masih secara tradisional dengan lebih mengutamakan paper and pencil test terutama di sekolah dengan kategori tinggi sedang pada sekolah kategori rendah dan menengah sudah menggunakan sistem penilaian yang bervariasi tetapi asesmen belum digunakan dengan benar 2) Ada perbedaan kemampuan kognitif antara siswa yang penilaiannya menggunakan asesmen autentik dengan asesmen konvensional dalam pembelajaran kooperatif TPS. Penggunaan asesmen autentik berpengaruh lebih tinggi dan berbeda signifikan terhadap kemampuan kognitif dibanding dengan penggunaan asesmen konvensional. Ada perbedaan kemampuan kognitif antara siswa yang belajar pada sekolah kategori tinggi dengan pada sekolah kategori rendah dalam pembelajaran kooperatif TPS. Pembelajaran pada sekolah kategori tinggi berpengaruh lebih tinggi dan berbeda signifikan terhadap kemampuan kognitif dibanding dengan pembelajaran pada sekolah kategori rendah. Secara interaksi tidak ada interaksi antara jenis asesmen dengan kategori sekolah dalam pembelajaran kooperatif TPS yang menyebabkan perbedaan kemampuan kognitif 3) Ada perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang penilaiannya menggunakan asesmen autentik dengan asesmen konvensional dalam pembelajaran kooperatif TPS. Penggunaan asesmen autentik berpengaruh lebih tinggi dan berbeda signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dibanding dengan penggunaan asesmen konvensional. Ada perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang belajar pada sekolah kategori tinggi dengan pada sekolah kategori rendah dalam pembelajaran kooperatif TPS. Pembelajaran pada sekolah kategori tinggi berpengaruh lebih tinggi dan berbeda signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dibanding dengan pembelajaran pada sekolah kategori rendah. Secara interaksi tidak ada interaksi antara jenis asesmen dengan kategori sekolah dalam pembelajaran kooperatif TPS yang menyebabkan perbedaan kemampuan berpikir kritis 4) Ada perbedaan kemampuan kreatif antara siswa yang penilaiannya menggunakan asesmen autentik dengan asesmen konvensional dalam pembelajaran kooperatif TPS. Penggunaan asesmen autentik berpengaruh lebih tinggi dan berbeda signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif dibanding dengan penggunaan asesmen konvensional Ada perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara siswa yang belajar pada sekolah kategori tinggi dengan pada sekolah kategori rendah dalam pembelajaran kooperatif TPS. Pembelajaran pada sekolah kategori tinggi berpengaruh lebih tinggi dan berbeda signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif dibanding dengan pembelajaran pada sekolah kategori rendah Secara interaksi ada interaksi yang signifikan antara jenis asesmen dengan kategori sekolah dalam pembelajaran kooperatif TPS yang menyebabkan perbedaan kemampuan berpikir kreatif 5) Tidak ada perbedaan kesadaran metakognitif antara siswa yang penilaiannya menggunakan asesmen autentik dengan asesmen konvensional dalam pembelajaran kooperatif TPS. Tidak ada perbedaan kesadaran metakognitif antara siswa yang belajar pada sekolah kategori tinggi dengan pada sekolah kategori rendah dalam pembelajaran kooperatif TPS. Secara interaksi ada interaksi yang signifikan antara jenis asesmen dengan kategori sekolah dalam pembelajaran kooperatif TPS yang menyebabkan perbedaan kesadaran metakognitif 6) Asesmen autentik sebagai strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan hasil belajar terbukti kelompok dengan kemampuan akademik rendah yang menggunakan asesmen autentik memiliki kemampuan kognitif berpikir kritis dan berpikir kreatif sama dengan kelompok yang kemampuan akademiknya tinggi yang menggunakan asesmen konvensional 7) guru harus merubah sistem penilaian dari konvensional dengan dominasi paper and pencil test menuju paradigma baru dengan menggunakan asesmen autentik dalam strategi pembelajaran di sekolah.


Informasi Detail
DDC
Rd 570.7 PAN p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Biologi, 2010.
Deskripsi Fisik
xix, 389 lembar : il., tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
03024/KI/10
Edisi
Disertasi (Pasca Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2010
Subjek
1. BIOLOGI - PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TPS (THINK PAIR SHARE)
2. KOGNITIF, KEMAMPUAN
3. METAKOGNITIF

Pembimbing
1. A. DURAN COREBIMA ; 2. HERAWATI SUSILO ; 3. SITI ZUBAIDAH
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik