UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Pengaruh konsentrasi ekstrak daun tempuyung (Sonchus arvensis L.) terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae dan Escherichia coli secara in vitro / Yusrotul Fariha

Fariha, Yusrotul - Nama Orang;

Abstrak
Kata kunci Daun tempuyung daya antibakteri solutio petit Shigella dysenteriae Escherichia coli. Disentri dan diare merupakan penyakit yang banyak menyerang masyarakat terutama anak-anak dan orang lanjut usia. Bakteri penyebab penyakit disentri basiler ialah Shigella dysenteriae sedangkan bakteri penyebab diare ialah Escherichia coli yang bersifat enteropatogen. Masyarakat menggunakan antibiotik sintetik untuk mengobati berbagai penyakit termasuk diare dan disentri. Saat ini beberapa spesies bakteri telah resisten terhadap antibiotik sintetik sehingga perlu adanya alternatif obat lain seperti tanaman berkhasiat obat. Daun tempuyung dapat digunakan untuk membantu mengatasi penyakit diare dan disentri. Adapun senyawa antibakteri yang terkandung dalam daun tempuyung ialah flavonoid tanin saponin alkaloid glikosida dan polifenol (Winarto 2004 7). Tujuan penelitian ini ialah untuk 1) mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak daun tempuyung terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri S.dysenteriae dan bakteri E. coli secara in vitro 2) mengetahui konsentrasi ekstrak daun tempuyung yang mempunyai daya hambat tertinggi terhadap pertumbuhan bakteri S. dysenteriae dan bakteri E. coli secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2010 - Mei 2010 di Laboratorium Mikrobiologi jurusan Biologi FMIPA UM. Jenis penelitian ialah penelitian eksperimen dan rancangan penelitian yang digunakan ialah Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANAVA Tunggal dan bila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf signifikasi 1%. Ekstraksi daun tempuyung dilakukan dengan maserasi menggunakan alkohol 95% kemudian diuapkan dan dilarutkan menjadi berbagai konsentrasi dengan menggunakan solutio petit. Konsentrasi yang diujikan yaitu 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% dan 100%. Daya antibakteri daun tempuyung ditentukan berdasarkan hasil pengukuran diameter zona hambat pertumbuhan S. dysenteriae dan E. coli yang telah ditumbuhkan pada medium NA dan diinkubasikan pada suhu 370C selama 1 x 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) ada pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak daun tempuyung terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri S. dysenteriae dan bakteri E. coli 2) konsentrasi 60% merupakan konsentrasi ekstrak daun tempuyung yang mempunyai daya hambat tertinggi terhadap pertumbuhan bakteri S.dysenteriae sedangkan konsentrasi ekstrak daun tempuyung yang mempunyai daya hambat tertinggi terhadap pertumbuhan bakteri E.coli ialah konsentrasi 50% tetapi tidak berbeda nyata dengan konsentrasi 30% 40% dan 60%. i


Informasi Detail
DDC
Rs 579.342 FAR p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Biologi, 2010.
Deskripsi Fisik
viii, 81 lembar : il. , tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
03125/KI/10
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2010
Subjek
1. BAKTERI - PERTUMBUHAN
Pembimbing
1. Utami Sri Hastuti 2. Sitoresmi Prabaningtyas
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik