Skripsi
Keefektifan assertive training untuk mengubah persepsi seks bebas siswa di SMK Negeri 4 Malang / Devi Indra Sussanti
Abstrak
Kata Kunci Asertif Persepsi dan Seks Bebas. Pemahaman siswa terhadap bahaya pergaulan bebas masih kurang khususnya bagi siswa perempuan yang biasa melakukan seks secara bebas tanpa memikirkan dampak buruknya. Hal ini dikarenakan mereka mengalami kesulitan dalam berkata tidak untuk menolak ajakan teman lawan jenis dalam melakukan seks bebas. Penelitian ini berupa pemberian pelatihan dimana pelatihan tersebut dimaksudkan untuk mengubah persepsi siswa dalam melakukan seks bebas terutama bagi mereka mengalami kesulitan dalam berkata tidak dengan menggunakan Assertive Training. Lazarus (1971 138) mendefinisikan perilaku asertif adalah perilaku dimana individu mengekspresikan perasaan (positif atau negatif) dan pikirannya secara tegas dan bebas dengan tetap memperhatikan perasaan orang lain. Pelatihan ini menggunakan teknik diskusi yang terdiri dari tiga topik yaitu (1) membangun afirmasi diri (2) mengekspresikan perasaan positif dan (3) mengekspresikan perasaan negatif. Galassi Galassi (1977) melaporkan individu yang mengikuti pelatihan asertivitas mengalami peningkatan kepercayaan diri bereaksi positif terhadap orang lain mereduksi kecemasan pada situasi sosial meningkatkan komunikasi interpersonal dan mengurangi keluhan somatis. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan pre-experimental design dengan model pre-test and post-test one group design dengan rancangan satu kelompok subjek tanpa kelompok pembanding. Penelitian dilakukan pada siswa kelas X SMK Negeri 4 Malang pada tanggal 14 17 April 2010. Instrumen yang digunakan adalah skala asertivitas terhadap persepsi seks bebas siswa dan panduan penelitian dengan subyek sebanyak tujuh orang. Hasil amatan ulang setelah dilakukannya pelatihan sebanyak tujuh orang menunjukkan adanya perubahan yakni nilai Z - 2 366 dan asymp. Sig (2-tailed) 0 018 maka Ho ditolak. Artinya ada perbedaan antara keasertifan sebelum dengan keasertifan sesudah diberikan pelatihan asertif. Di mana ada perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dengan post-test. Dari tujuh peserta pelatihan yang dianalisis sikap asertivitasnya semuanya mengalami perubahan yang sangat signifikan setelah pelatihan berhasil dilaksanakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan asertif efektif digunakan untuk mengubah persepsi seks bebas siswa di SMK Negeri 4 Malang. Atas dasar temuan penelitian di atas disarankan kepada 1) sekolah mengupayakan guru bidang studi dengan konselor untuk bekerjasama dalam membimbing perkembangan siswa 2) konselor agar membiasakan siswa dalam berperilaku asertif dalam kehidupan sehari-hari 3) peneliti lain mempersiapkan pelatihan secara matang dan menambah jam pelaksanaan pelatihan.