UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Pengaruh lama high energy milling dan suhu sintering pada pembentukan polikeistal hematit Fe2O3 berbasis pasir besi Tulungagung terhadap sifat mekanik dan dielektrisitasnya / Ernis Dwi Cahyaningrum

Cahyaningrum, Ernis Dwi - Nama Orang;

Abstrak
Kata Kunci High Energy Milling Suhu Sintering Hematite Kekerasan Bahan Dielektrisitas. Hematit (Fe2O3) adalah bahan yang dapat berasal dari pasir besi yang terdapat dialam. Hematite mempunyai sifat magnet antiferromagnetik dan memiliki struktur kristal hexagonal. Luasnya aplikasi material ini menuntut adanya metode sintesis yang relative cepat. Pada penelitian ini menawarkan metode High Energy Milling (HEM) yang hanya membutuhkan waktu yang relatif singkat dengan jumlah yang relatif banyak suhu rendah dan peralatan yang sederhana dan dapat mereduksi ukuran partikel. Metode HEM merupakan teknik unik dengan menggunakan energi tumbukan antara bola-bola penghancur dan dinding chamber yang diputar dan digerakkan dengan cara tertentu metode High Energy Milling ini mampu mereduksi ukuran material sampai dibawah 10 nm. Bahan dasar untuk mensintesis senyawa Fe2O3 adalah pasir besi yang ada di Tulungagung. Pada awalnya pasir besi digerus dengan penggerus elektrik kemudian dicuci berulang-ulang dengan aquades sampai bersih dari pengotornya kemudian pasir besi diekstrak dengan menggunakan magnet permanen untuk menambah kemurnian bahan dengan menghilangkan bahan pengotor. Bahan yang telah diekstrak kemudian digerus kembali menggunakan HEM dengan lama penggerusan divariasi. Setelah itu bahan di kompaksi dan di sintering dengan suhu yang berbeda-beda. Fase dan struktur kristal sampel diuji menggunakan XRD kekerasan bahan dikarakterisasi menggunakan Mikro Vikers dan dielektrisitas dikarakterisasi menggunakan kapasitansimeter digital. Hasil penelitian dengan jelas menunjukkan bahwa semua sampel mengkristal dengan struktur hexagonal Hematit. Lebih lanjut nilai parameter kisi a memiliki kecenderungan berbanding terbalik dengan parameter kisi c. Jika nilai a meningkat seiring dengan naiknya suhu sintering maka nilai c menjadi menurun. Kecuali pada sampel dengan lama HEM 8 jam dari suhu 900oC ke 1000oC terjadi kenaikan nilai parameter kisi a dari 5 03181 menjadi 5 03704 dan turun pada suhu 1100 oC menjadi 5 03389 tetapi nilai parameter kisi c terus meningkat dari suhu 900 oC sampai 1100 oC. Pada saat dilakukan uji kekerasan bahan menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu sintering dan semakin lama HEM dapat meningkatkan karakteristik kekerasan senyawa Fe2O3. Konstanta dielektrik dipengaruhi oleh suhu sintering dan lama HEM.


Informasi Detail
DDC
Rs 553.622 CAH p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Fisika, 2010.
Deskripsi Fisik
xi, 90 lembar : il., tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
03132/KI/10
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2010
Subjek
1. PASIR BESI - SIFAT MEKANIK
2. PASIR BESI - DIELEKTRISITAS

Pembimbing
1. MARKUS DIANTORO ; 2. AHMAD TAUFIQ
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik