Skripsi
Analisis tokoh balong, pethak, tangsil, dan cawek dalam mantra seni pertunjukan sandur Dukuh Randupokak Desa Prunggahan Kulon Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban / Mukhlis Riza
Abstrak
Kata kunci analisis tokoh mantra Sandur Sastra sudah ada sejak dahulu dan telah dipakai oleh nenek moyang kita. Sastra digunakan dalam pengungkapan mengenai suatu hal yang dianggap perlu untuk disampaikan dalam bentuk bahasa. Beberapa seni maupun budaya yang berbau tradisi akhirnya menjadikan sastra sebagai salah satu faktor penting yang membangun.Salah satu tradisi yang mengandung sastra adalah seni pertunjukan Sandur yang ada di dukuh Randu Pokak desa Prunggahan Kulon kecamatan Semanding kabupaten Tuban Jawa Timur. Pada awalnya Sandur merupakan sebuah permainan anak-anak yang kemudian berkembang menjadi sebuah seni pertunjukan. Sandur mempunyai beberapa nilai seni dan sastra salah satu diantaranya adalah mantra yang selalu dinyanyikan setiap kali pertunjukan dilaksanakan. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) kajian mantra seni Pertunjukan Sandur Dukuh Randu Pokak Desa Prunggahan Kulon Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban (2) karakter tokoh Balong Cawek Petak dan Tangsil dalam mantra pertunjukan Sandur Dukuh Randu Pokak Desa Prunggahan Kulon Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban. (3) Pesan yang hendak disampaikan melalui penokohan Balong Cawik Pethak dan Tangsil dalam mantra pertunjukan Sandur Dukuh Randu Pokak Desa Prunggahan Kulon Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban. Hasil dari penelitian ini antara lain (1) mantra seni pertunjukan Sandur dukuh Randupokak desa Prunggahan Kulon Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban mengandung makna-makna nilai kehidupan. Manusia takkan pernah bisa lepas dari kodratnya sebagai makhluk sosial. Hal ini tercermin dari hubungan masing-masing tokoh yang saling berkaitan erat dan saling membutuhkan. Manusia harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini tercermin dari perjuangan Balong Pethak dan Cawik dalam mencari pekerjaan untuk menyambung hidupnya. Manusia harus memiliki unggah-ungguh dan tata karma. Hal ini tercermin dari keberadaan tokoh Tangsil sebagai sosok yang dituakan dan harus diperlakukan sebagaimana seseorang yang dihormati dan disegani. (2) Tokoh Balong memiliki watak penyayang dan pekerja keras. Tokoh Pethak memiliki watak rendah hati ulet dan tidak mudah putus asa.. Tokoh Cawik memiliki watak lemah lembut dan mandiri. Tokoh Tangsil memiliki watak kerja keras penyayang dan cekatan. (3)Beberapa pesan terkandung dalam penokohan keempat tokoh tersebut antara lain pesan tentang manusia yang saling membutuhkan kasih sayang sesama manusia sikap saling menghormati dan kerja kera