Skripsi
Peningkatan kemampuan menceritakan pengalaman secara sederhana pada anak kelompok A di TK Qurrota A\'yun Malang dengan media wayang / Ruly Dwi Anjarsari
Abstrak
Kata Kunci Menceritakan pengalaman secara sederhana media wayang PAUD media wayang Penelitian ini berlatar belakang rendahnya kemampuan menceritakan pengalaman secara sederhana pada kelompok A di TK Qurrota A Yun. Guru belum memberikan media yang tepat dalam mengembangkan kemampuan menceritakan pengalaman secara sederhana disamping itu keberanian bercerita di depan kelas kelancaran bahasa anak dalam bercerita serta imajinasi anak dalam bercerita juga relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penerapan bercerita dengan media wayang dalam pengembangan kemampuan menceritakan pengalaman secara sederhana pada anak kelompok A di Taman Kanak-Kanak Qurrota A Yun Malang serta mendiskripsikan peningkatan kemampuan menceritakan pengalaman swcara swderhana pada anak kelompok A di Taman Kanak-Kanak Qurrota A Yun Malang yang di tandai dengan keberanian anak bercerita di depan kelas kelancaran bahasa anak dalam bercerita serta kemampuan anak berimajinasi dalam bercerita. Untuk mencapai tujuan di atas penelitian ini dilakukan dengan rancangan penelitian kelas (PTK) dengan model kolaborasi peneliti melakukan kolaborasi dengan ibu Marghfirlana Silmi guru kelompok A Taman Kanak-Kanak Qurrota A Yun Malang mulai dari tahap proses identifikasi masalah perencanaan tindakan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan menceritakan pengalaman secara sederhana dengan media wayang dapat meningkatkan kemampuan menceritakan pengalaman secara sederhana pada anak kelompok A di Taman Kanak-Kanak Qurrota A Yun Malang. Penelitian berlangsung 2 (2) siklus dengan menggunakan observasi. Proses peningkatan kemampuan menceritakan pengalaman secara sederhana dikatakan meningkat apabila prosentase mencapai 75% ata lebih dan dikatakan berhasl jika hasil siklus 2 lebi baik dari siklus sebelumnya. Keberhasilan penelitian ini ditandai dengan (1) Anak berani bercerita di depan kelas (2) Anak lancar dalam bercerita dan (3) Anak mampu berimajinasi dalam bercerita. Berdasarkan penelitian ini dapat di simpulkan bahwa menceritakan pengalaman secara sederhana dengan media wayang dapat meningkatkan kemampuan anak dalam menceritakan pengalaman secara sederhana. Hal ini di buktikan dengan prosentase rata-rata mencapai 82% pada siklus 2.