Skripsi
Penerapan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran manajemen perkantoran (studi pada siswa kelas X SMK ardjuna 01 Malang) / Rani Setyowati
Abstrak
Kata Kunci pembelajaran kooperatif model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) hasil belajar siswa. Salah satu metode pembelajaran kooperatif yang dapat membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam proses belajar adalah Teams Games Tournament (TGT). Pembelajaran yang lebih memungkinkan siswa untuk lebih aktif dan bertanggung jawab penuh untuk memahami materi pelajaran baik secara berkelompok maupun individual. Penelitian ini bertujuan untuk pemilihan model Teams Games Tournament (TGT) sebagai focus penelitian ini disebabkan model TGT memiliki potensi lebih daripada pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar siswa melalui system saling membantu. Suasana belajar kooperatif menghasilkan hasil belajar yang lebih baik hubungan yang lebih positif dan penyesuaian psikologis yang lebih baik daripada suasana belajar konvensioanl. Hal ini yang mendorong peneliti untuk memilih pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) di dalam melakukan penelitian. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui 1) Penerapan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) pada mata pelajaran Manajemen Perkantoran kelas X APK di SMK Ardjuna 01 Malang 2) Penerapan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar siswa di SMK Ardjuna 01 Malang dan 3) Hambatan-hambatan dan solusi-solusi dalam pelaksanaak pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) di SMK Ardjuna 01 Malang. Subyek penelitian adalah siswa kelas X APK di SMK Ardjuna 01 Malang dengan jumlah 21 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dirancang dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Data penelitian dikumpulkan melalui 1) observasi 2) tes 3) catatan lapangan 4) dokumentasi dan 5) wawancara. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengan 2 siklus. Setiap siklus mencakup 4 tahap kegiatan yaitu 1) perencanaan 2) pelaksanaan tindakan 3) pengamatan dan 4) refleksi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Berdasarkan hasil observasi pada aktivitas belajar siswa yang dilakukan di setiap siklus diketahui adanya peningkatan yang sangat baik terhadap penerapan pembelajran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) 2) setelah adanya penerapan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) hasil belajar siswa lebih baik dibandingkan dengan sebelum adanya penerapan pembelajarn iv kooperatif model TGT 3) Hamabatan yang dialami peneliti dalam penelitian penerapan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) adalah 1) Tahapan proses belajar yang cukup banyak 2) Alokasi waktu yang kurang efektif pada siklus I 3) Metode ini membutuhkan pengalokasian waktu yang tidak sedikit 4) Membutuhkan media belajar yang cukup banyak dan 5) Adanya perilaku dan karakteristik siswa yang mengarah pada keterlambatan belajar secara personal. Solusi untuk mengatasai hambatan yang dihadapi adalah 1) Perencanaan alokasi waktu secara matang 2) Membantu siswa dalam pengaturan tempat duduk dalam kelompok dan memberi pengarahan kepada siswa untuk membagi tugas dalam mengerjakan diskusi kelompok 3) Persiapan media belajar dan 4) Melakukan pendekatan secara personal. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu 1) Bagi Kepala SMK Ardjuna 01 Malang untuk memberikan motivasi kepada semua guru mata pelajaran agar menerapkan pembelajaran kooperati model TGT dalam proses belajar mengajarnya 2) Bagi guru mata pelajaran Manajemen Perkantoran SMK Ardjuna 01 Malang untuk mencoba menerapkan pebelajaran kooperatif model TGT pada bahasan yang lain karena siswa memberikan respon yang positif terhadap pembelajaran metode ini dan dapat mengimplementasikan metode TGT pada pokok bahasan yang sesuai untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan 3) Bagi siswa hendaknya mengikuti pembelajaran tersebut dengan sungguh-sungguh karena pembelajaran tersebut akan melatih siswa berpikir kritis berani mengungkapkan pendapat dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan 4) Bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian dengan situasi dan kondisi sekolah yang sama hendaknya menerapkan model pembelajaran kooperatif yang lebih bervariasi sehingga kemampuan dan hasil belajar siswa lebih meningkat lagi.