Tugas Akhir
Penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa kelas V SDN Pagentan V Kecamatan Singosari Kabupaten Malang tahun pelajaran 2009/2010 / Wiwik Sumiyati
Abstrak
Kata Kunci Metode Eksperimen Prestasi Belajar IPA. Peningkatan kualitas pendidikan menjadi pusat perhatian bagi pemerintah dan pemerhati pendidikan. Seiring dengan itu pemerintah sudah menerbitkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006 (KTSP). KTSP sebagai perbaikan dari Kurikulum Berbasis Kompetensi 2004 (KBK). Penelitian ini dilakukan berdasarkan masalah-masalah konkrit yang terdapat di kelas diantaranya rendahnya hasil prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPA siswa kurang mendapat bimbingan dari orang tua latar belakang pendidikan siswa tidak menempuh pendidikan di TK dan siswa terbiasa tidak menger akan PR. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan pada satu kelas agar diperoleh pengamatan yang mendalam. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Evaluasi dilaksanakan dua kali setelah pertemuan 2 dan pertemuan 4 selesai. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu tahap rencana tindakan (planning pelaksanaan tindakan (action) mengamati (observasi) dan melakukan refleksi (reflection). Ketuntasan belajar yang dapat dicapai oleh siswa pada pra tindakan adalah 24 % (6 siswa) pada siklus I ketuntasan belajar siswa mencapai 32 % (8 siswa) dan pada siklus 2 nilai ketuntasan belajar siswa mencapai 84 %. (29 siswa). Nilai rata-rata yang dapat dicapai oleh siswa adalah 69 92 % SKBM untuk mata pelajaran IPA adalah 60 %. Ini berarti sudah mencapai SKIM yang telah ditentukan oleh Dinas Pendidikan Kecamatan Singosari. Pada penelitian ini rata-rata nilai IPA yang diperoleh siswa mencapai 70 ini berarti secara klasikal dianggap telah tuntas belajar. Hendaknya guru tidak menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran agar tidak terkesan membosankan tetapi sebaikhya guru menggunakan beberapa metode yang inovatif serta menggunakan model pembelajaran yang dapat menarik motivasi siswa dalam belajar aktif kreatif dan inovatif contohnya dengan menerapkan metode eksperimen dan menggunakan bends sebenarnya dalam pembelajaran. Karena dalam pembelajaran ini siswa dituntut untuk aktif bertanya aktif menemukan sendiri aktif untuk melakukan percobaan sendiri serta aktif menggunakan pengetahuan yang diperolehnya dan kreatif untuk merefleksi hasil belajar yang sudah dilakukannya