Skripsi
Kemampuan menulis cerpen siswa kelas X SMA NU Maarif Pandaan dengan menggunakan pengalaman pribadi / Wrestika Ratih Panglipur
Abstrak
Kata kunci kemampuan menulis cerpen dan pengalaman pribadi. Orientasi Standar kompetensi mata pelajaran bahasa Indonesia terletak pada hakikat pembelajaran berbahasa yang digunakan untuk berkomunikasi. Selain belajar bahasa belajar sastra juga mempunyai peranan yang penting. Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi baik lisan maupun tulisan serta menimbulkan penghargaan terhadap hasil cipta manusia. Salah satu kemampuan yang harus dikuasai dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah menulis. Dalam pembelajaran Bahasa indonesia di SMA salah satu kemampuan menulis yang harus dipelajari adalah menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi. Dari pengalaman pribadi bisa dijadikan sebuah cerpen. Secara umum penelitian ini untuk mengetahui kemampuan menulis cerpen siswa kelas X SMA NU Maarif Pandaan. Secara khusus bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kemampuan menulis cerpen siswa kelas X SMA NU Ma arif Pandaan dengan menggunakan pengalaman pribadi pada aspek menentukan judul yang menarik (2) mendeskripsikan kemampuan menulis cerpen siswa kelas X SMA NU Ma arif Pandaan dengan menggunakan pengalaman pribadi pada aspek mengembangkan alur (3) mendeskripsikan kemampuan menulis siswa kelas X SMA NU Ma arif Pandaan dengan menggunakan pengalaman pribadi pada aspek menentukan tokoh-tokoh dalam cerpen (4) mendeskripsikan kemampuan menulis siswa kelas X SMA NU Ma arif Pandaan dengan menggunakan pengalaman pribadi pada aspek mengembangkan latar (5) mendeskripsikan kemampuan menulis siswa kelas X SMA NU Ma arif Pandaan dengan menggunakan pengalaman pribadi pada aspek penggunaan sudut pandang dan (6) mendeskripsikan kemampuan menulis cerpen siswa kelas X SMA NU Ma arif Pandaan dengan menggunakan pengalaman pribadi pada aspek penulisan ejaan dan tanda baca. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil karya cerpen siswa. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data skor hasil menulis cerpen siswa yang diubah menjadi skor siswa. Skor tersebut kemudian diklasifikasikan berdasarkan kualifikasi kemampuan yang sudah ditetapkan. Siswa kelas X SMA NU Ma arif Pandaan kurang mampu menulis cerpen dengan judul yang menarik sehingga dapat menimbulkan ketertarikan untuk membaca cerpen tersebut dan sesuai dengan isi cerpen berdasarkan pengalaman pribadi. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil penelitian yang menggambarkan bahwa kurang dari 60% siswa yang nilainya mencapai Standar Kelulusan Minimal yaitu 75. Siswa kelas X SMA NU Ma arif Pandaan kurang mampu untuk menulis cerpen dengan alur yang menarik sehingga menimbulkan keingintahuan pada diri pembaca untuk membaca cerpen tersebut. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil penelitian yang menggambarkan bahwa 52 7% siswa mendapatkan nilai di bawah SKM. Siswa kelas X SMA NU Ma arif kurang mampu untuk mendeskripsikan tokoh dalam cerpennya dengan adanya konflik antara tokoh protagonis dan antagonis atau dengan adanya konflik antara tokoh dan batinnya. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil penelitian yang menggambarkan bahwa hanya 47 3% siswa yang mampu mendapatkan nilai di atas SKM. Sedangkan 52 7% siswa mendapatkan nilai di bawah SKM yaitu 75. Siswa kelas X SMA NU Ma arif Pandaan mampu menggambarkan latar dalam cerpen berdasarkan pengalaman pribadi dengan penggambaran latar yang memberikan kesan realistis menciptakan suasana yang seolah-olah ada dan sungguh-sungguh terjadi. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa sebesar 84.2% atau sebanyak 32 orang siswa dari 38 subjek penelitian mendapatkan nilai di atas SKM. Siswa kelas X SMA NU Ma arif mampu menggunakan sudut pandang dengan baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan sebesar 100% atau seluiruh siswa dari 38 subjek penelitian mampu menggunakan sudut pandang dengan jelas sehingga dapat ditentukan cerpen tersebut menggunakan sudut pandang orang pertama atau ketiga. Siswa kelas X SMA NU Ma arif Pandaan kurang mampu dalam menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi dari segi penulisan ejaan dan tanda baca. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil penelitian yang menyebutkan bahwa sebesar 21% saja siswa yang mendapatkan nilai di atas SKM. Sedangkan 79% siswa mendapatkan nilai di bawah SKM. Dalam penulisan cerpennya 79% siswa ini melakukan kesalahan penulisan ejaan dan tanda baca lebih dari 15 kali kesalahan. Sehubungan dengan hasil penelitian ini disarankan kepada guru untuk lebih kreatif dalam mengajar. Disarankan pada guru untuk mengemas pembelajaran dengan lebih menarik sehingga siswa bersemangat untuk belajar. Kepada calon peneliti lain yang ingin melakukan penelitian yang sejenis disarankan agar melakukan penelitian lebih lanjut dengan media atau metode yang lain.