Skripsi
Pengaruh motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan (studi pada perawat instalasi bedah sentral RSU. Dr. Saiful Anwar Malang) / Airin Nurnaningsih
Abstrak
Kata Kunci Motivasi Kerja Kepuasan Kerja Saat ini tidak dapat kita pungkiri bahwa globalisasi telah menuntut banyak perubahan perbaikan serta peningkatan diberbagai bidang. Jika dihubungkan dengan sumberdaya manusia perlu ada peningkatan mutu dan kemampuan tenaga kerja agar mampu mandiri dan bersaing. Diantara salah satu aspek yang berkenaan dengan sumberdaya manusia yang harus diperhatikan oleh perusahaan adalah motivasi kerja para karyawan yaitu kesediaan karyawan untuk mengerahkan segenap daya dan upayanya untuk perusahan. Tinggi rendahnya motivasi kerja karyawan akan menentukan tinggi rendahnya tingkat keunggulan bersaing bagi perusahaan. Motivasi kerja karyawan ini perlu ditingkatkan karena akan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Ketika karyawan merasa puas dengan pekerjaanya maka diharapkan kinerja akan meningkat dan tujuan organisasi atau perusahaan dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja terhadap kepuasan kerja perawat pada Instalasi Bedah Sentral RSU.Dr.Saiful Anwar Malang . Dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas motivasi kerja yang terdiri dari kebutuhan berprestasi (X1) kebutuhan berafiliasi (X2) kebutuhan kekuasaan(X3) dan variabel terikatnya kepuasan kerja (Y). Penelitian ini termasuk kedalam penelitian populasi dengan jumlah responden 34 orang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Explanatory research analisis yang digunakan untuk mengukur hubungan antar variabel adalah analisis regresi linier berganda. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuisioner sebagai alat pengumpul data utama. Data yang digunakan adalah data primer yang secara langsung diperoleh dari responden. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan tingkat signifikansi 5% hipotesis pertama menyebutkan bahwa kebutuhan berprestasi secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja perawat dengan signifikansi t 0 003 0 05. Hipotesis kedua menyebutkan bahwa kebutuhan berafiliasi secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja perawat dengan signifikansi t 0 019 0 05 sedangkan hipotesis ketiga yaitu kebutuhan kekuasaan tidak memiliki pengaruh terhadap kepuasan kerja perawat karena nilai signifikansi t 0 730 0 05. Sedangkan hipotesis keempat menyebutkan secara simultan ketiga variabel tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja perawat dengan nilai R2 0.476 atau sebesar 47 6% dan sisanya sebesar 52 4% dipengaruhi variabel lain diluar variabel yang diteliti. Dari hasil penelitian ini diharapkan agar penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan motivasi kerja dan kepuasan kerja disarankan untuk menambah variabel-variabel yang berpengaruh terhadap kepuasan kerja.