Tugas Akhir
Rancang bangun mesin perajang batang jagung sebagai bahan tambah pakan ternak guna meningkatkan produktivitas para peternak (Rojokoyo) / Hendra Setiyo Utomo, Fakris Muslim
Abstrak
Kata kunci Mesin perajang Jagung Produktifitas peternak (Rojokoyo) Pada saat ini perkembangan hewan ternak (rojokoyo) semakin berkembang karena sebagian besar penduduk di daerah pedesaan khususnya para petani yang selain bermata pencaharian dengan bercocok tanam tetapi juga mencari tambahan penghasilan keluarga dengan memelihara hewan ternak misalnya sapi kambing dan kerbau. Alasan mereka memilih memelihara hewan ternak selain perawatannya yang mudah harga jual daripada hewan ternak tersebut juga lumayan tinggi. Juga mendorong masyarakat pedesaan banyak yang memelihara hewan-hewan ternak ini. Akan tetapi di lain pihak kebutuhan permintaan akan bahan pakan ternak tersebut semakin tinggi dan lahan untuk pakan ternak itu sendiri semakin sempit karena persaingan untuk mendapatkan pakan semakin tinggi pula. Jagung (Zea mays) adalah merupakan tanaman pangan yang penting di Indonesia. Dari total luas lahan kering 853.250 ha lahan yang telah diusahakan untuk jagung baru 11.998 ha dan palawija selain jagung 21.099 ha sehingga tersisa 820.153 ha yang berpotensi untuk usaha tani jagung.(Jurnal Litbang Pertanian). Pada tahun 2006 luas panen jagung adalah 3 5 juta hektar dengan produksi rata-rata 3 47ton/ha produksi jagung secara nasional 11 7 juta ton. Menurut Prasetyo (2002) limbah batang dan daun jagung kering adalah 3 46 ton/ha sehingga limbah pertanian yang dihasilkan sekitar 12.1juta ton. Dengan konversi nilai kalori 4370 kkal/kg (Sudradjat 2004) potensi energi limbah batang dan daun jagung kering sebesar 66 35 GJ. Untuk itu sebelum dilakukan pembuatan mesin perajang bahan tambah pakan ternak (rojokoyo) penulis perlu melakukan analisa terlebih dahulu dengan tujuan menghindari kesalahan dalam pembuatan mesin perajang bahan tambah pakan ternak sehingga dapat meningkatkan produktivitas efektivitas dan efisiensi mesin serta sesuai dengan prinsip kerja perajangan yang benar ini menjadikan hasil yang akan dicapai sesuai apa yang diharapkan yaitu ukuran hasil perajangan yang lebih halus sekitar 10 mm dengan daya 1 HP dan 1400 rpm dan mampu merajang sekitar 45 kg/menit. Serta mengupayakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara maksimal supaya faktor keamanan dalam penggunaan mesin tersebut tercapai.