UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tugas Akhir

Sifat organoleptik selai belimbing manis dengan perlakuan lama pemanasan yang berbeda / Debby Liliam Andina

Andina, Debby Liliam - Nama Orang;

Abstrak
Kata Kunci belimbing manis selai lama pemanasan organoleptik Belimbing manis mempunyai sifat cepat rusak salah satu cara meningkatkan daya guna dan memperpanjang masa simpan buah belimbing adalah dengan mengolah menjadi selai. Tiga faktor penting dalam pembuatan selai adalah pektin gula dan asam. Selain itu lama pemanasan juga memilki pengaruh penting. Pemanasan yang terlalu lama akan membentuk kristal gula dan selai menjadi padat sedangkan bila terlalu singkat selai akan encer (Margono 2000). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dalam pembuatan selai belimbing manis dengan perlakuan lama waktu pemanasan yang berbeda yaitu 15 menit 20 menit dan 25 menit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat organoleptik selai belimbing manis yang meliputi warna aroma konsistensi dan daya oles berdasarkan uji mutu hedonik dan uji hedonik. data diperoleh dari hasil pengisian format penilaian yang dilakukan oleh panelis agak terlatih sebanyak 20 orang dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Data akan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam DMRT dan persentase. Hasil uji mutu hedonik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata terhadap warna aroma konsistensi dan daya oles selai belimbing manis. Hasil uji mutu hedonik menunjukkan bahwa warna kuning (3 23) diperoleh dari perlakuan lama pemanasan 15 menit. Aroma belimbing cukup kuat (3 27) diperoleh dari perlakuan lama pemanasan 15 menit. Konsistensi kental tidak homogen benar (3 30) diperoleh dari perlakuan lama pemanasan 15 menit. Daya oles merata (3 23) diperoleh dari perlakuan lama pemanasan 15 menit. Uji hedonik warna yang disukai panelis (50%) adalah selai yang memiliki warna kuning diperoleh dari perlakuan lama pemanasan 15 menit. Aroma yang disukai panelis (48 33%) adalah selai yang memilki aroma belimbing cukup kuat diperoleh dari perlakuan lama pemanasan 15 menit. Konsistensi yang disukai panelis (53 33%) adalah selai yang memilki konsistensi kental tidak homogen benar diperoleh dari perlakuan lama pemanasan 15 menit. Selai belimbing manis dengan perlakuan lama pemanasan 15 menit cenderung disukai oleh panelis. Kesimpulan penelitian ini adalah selai belimbing manis dengan lama pemanasan 15 menit menghasilkan warna kuning aroma belimbing cukup kuat konsistensi kental tidak homogen benar dan daya oles merata sesuai dengan hasil yang diharapkan dan cenderung disukai panelis. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah perlu diteliti mengenai sifat organoleptik selai belimbing dengan menggunakan jenis belimbing wuluh.


Informasi Detail
DDC
Rp 641.852 AND s
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi D3 Tata Boga, 2010.
Deskripsi Fisik
viii, 65 lembar : il., tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
03496/KI/10
Edisi
Tugas Akhir (Diploma)--Universitas Negeri Malang, 2010
Subjek
1. SELAI BELIMBING - SIFAT ORGANOLEPTIK
Pembimbing
1. UMMI ROHAJATIEN
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik