Skripsi
Peningkatan kemampuan menyimak berita menggunakan strategi STAD (Student Teams Achievement Divisions) pada siswa kelas VIII MTs Hasyim Asy\'ari Batu / Nur Qomariyah
Abstrak
Kata kunci peningkatan kemampuan menyimak berita strategi STAD. Salah satu ragam keterampilan menyimak yang diajarkan di SMP adalah menyimak berita. Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 pembelajaran menyimak berita menjadi salah satu kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa SMP secara maksimal. Oleh karena itu peran guru sangat besar selama proses pembelajaran menyimak berita. Guru dituntut dapat menggunakan strategi dan media pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan menyimak berita siswa. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan pada studi pendahuluan di MTs Hasyim Asy ari Batu diketahui bahwa strategi dan media pembelajaran yang digunakan dalam menyimak berita masih konvensional. Kondisi seperti ini menyebabkan kegiatan belajar siswa tidak aktif dan hasil belajar siswa belum maksimal. Selain itu siswa juga mengalami kendala dalam menyimak berita. Kendala yang dialami siswa dalam menyimak berita adalah (1) kurangnya konsentrasi siswa dalam menyimak berita (2) menemukan pokok-pokok berita (apa siapa kapan dimana mengapa dan bagaimana) (3) mengungkapkan secara tertulis isi berita dengan kalimat yang padu serta ejaan yang benar. Hambatan atau kesulitan ini muncul karena berita yang disimak adalah teks berita dibacakan. Hal ini merupakan pembelajaran menyimak yang kurang menarik bagi siswa sehingga menyebabkan siswa kurang konsentrasi dalam menyimak dan hasilnya kurang maksimal. Masalah tersebut disebabkan oleh penggunaan strategi dan media pembelajaran menyimak berita yang digunakan guru kurang tepat. Oleh karena itu perlu dicarikan sebuah strategi yang inovatif dalam mengatasi masalah tersebut. Peneliti dan guru mata pelajaran sepakat untuk menerapkan strategi STAD sebagai upaya dalam meningkatkan kemampuan menyimak berita siswa. Kooperatif STAD memiliki komponen-komponen utama dalam pembelajaranya yaitu (1) presentasi kelas/penyajian materi (2) tim/kegiatan kelompok (3) tes individu/ kuis (4) penghitungan skor perkembangan individu dan (5) rekognisi tim/pemberian penghargaan kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menyimak berita pada tiga aspek yakni (1) menemukan pokok-pokok berita (apa siapa kapan dimana mengapa dan bagaimana) (2) mengungkapkan kembali secara tertulis isi berita dengan kalimat yang padu (3) mengungkapkan kembali secara tertulis isi berita dengan ejaan yang benar. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif karena peneliti berusaha menggambarkan fakta objek dan data-data sebagaimana adanya. Oleh karena itu sebagian data tersebut berupa data kualitatif yang tidak perlu dikuantifikasikan atau nonnumerik yang berupa angka. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Pemilihan ii rancangan ini sesuai dengan karakteristik PTK yaitu permasalahan penelitian yang diangkat untuk dipecahkan bermula dari persoalan pembelajaran sehari-hari. Penelitian ini meliputi lima langkah pokok yaitu (1) perencanaan tindakan (2) pelaksanaan tindakan (3) observasi/pengamatan dan (4) refleksi hasil tindakan. Penelitian ini berlokasi di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Hasyim Asy ari Batu yang terletak di Jalan Semeru no. 22 Batu. Penelitian ini lebih dikhususkan pada kelas VIII A. Kelas VIII di MTs Hasyim Asy ari Batu terdiri dari 5 kelas yaitu kelas VIII A sampai VIII E. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan 30 dari 32 siswa VIII A MTs Hasyim Asy ari Batu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan siswa menyimak berita dilakukan dengan menggunakan strategi STAD. Peningkatan kemampuan siswa menemukan pokok-pokok berita (apa siapa kapan dimana mengapa dan bagaimana) dilakukan dengan proses latihan menyimak di awal pemelajaran apersepsi pemanfaatan kartu panduan diskusi dan diskusi kelompok. Peningkatan kemampuan siswa mengungkapkan kembali secara tertulis isi berita dengan kalimat yang padu dilakukan dengan cara merangkai pokok-pokok berita hasil diskusi kelompok dengan memperhatikan kepaduan kalimat. Peningkatan kemampuan mengungkapkan kembali secara tertulis isi berita dengan ejaan yang benar dilakukan dengan cara guru menjelaskan ejaan yang benar penggunaan tanda baca penulisan kata dan penggunaan huruf kapital dalam kata dan awal kalimat sebelum kegiatan tes dimulai sehingga siswa memperhatikan ejaan yang benar ketika mengungkapkan kembali secara tertulis isi berita. Peningkatan kemampuan menyimak berita juga ditunjukkan dengan bertambahnya persentase kemampuan menyimak berita siswa dari studi pendahuluan ke tahap siklus I dan siklus II. Nilai Standar Kompetensi Minimal (SKM) yang ditentukan sekolah yaitu (70). Pada studi pendahuluan persentase jumlah siswa yang mencapai nilai sesuai dengan SKM adalah 14 (46 6%) siswa. Itu berarti sebanyak 16 (53%) siswa memperoleh skor di bawah SKM. Pada tahap siklus I persentase jumlah siswa yang mencapai nilai sesuai SKM sebanyak 25 (83 3%) siswa. Siswa yang belum mencapai nilai SKM hanya 5 (16%) siswa. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan menyimak berita siswa mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada tahap siklus II persentase jumlah siswa yang mencapai nilai sesuai SKM sebanyak 30 (100%). Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada siswa yang memperoleh nilai di bawah SKM dan kemampuan siswa menyimak berita sudah sangat baik. Oleh karena itu disarankan kepada guru untuk menggunakan strategi STAD dalam pembelajaran menyimak berita. Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan strategi STAD dalam pembelajaran menyimak berita pada jenjang yang berbeda misalnya jenjang SMA. Dengan demikian hasil penelitian selanjutnya dapat memperkaya pengetahuan mengenai upaya meningkatkan kemampuan menyimak berita siswa.