Tugas Akhir
Penerapan model pembelajaran learning cycle untuk meningkatkan hasil belajar pengukuran berat pada siswa kelas I SDN Ciptomulyo 2 Kota Malang / Susani
Abstrak
Kata Kunci Model Pembelajaran Learning Cycle Hasil Belajar Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar pengukuran berat pada siswa kelas I dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle. Dalam penelitian ini dapat dirumuskan masalah sebagai berikut. (1) Apakah dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle dapat meningkatkan hasil belajar pengukuran berat pada siswa kelas 1 SDN Ciptomulyo 2 Kota Malang (2). Bagaimana model pembelajaran Learning Cycle yang dapat meningkatkan hasil belajar pengukuran berat pada siswa kelas 1 SDN Ciptomulyo 2 Kota Malang Subjek yang dikenai tindakan adalah seluruh siswa kelas 1 SDN Ciptomulyo 2 Kota Malang sebanyak 34 siswa. Penelitian ini diawali dengan pemberian tes awal yang bertujuan untuk memperoleh gambaran awal hasil belajar siswa. Hasil yang diperoleh melalui pemberian tes awal kepada siswa telah menunjukkan bahwa yaitu 2 9 % siswa termasuk klasifikasi baik sekali 26 5% siswa termasuk klasifikasi baik 58 8% siswa termasuk klasifikasi cukup baik sedangkan yang termasuk klasifikasi kurang baik 11 7% siswa. Rendahnya nilai tersebut kemungkinan diakibatkan kurangnya penguasaan konsep matematika yang diantaranya adalah pemahaman konsep pengukuran berat. Perbaikan yang dilakukan melalui Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 2 siklus. Setiap tindakan meliputi tahap perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah lembar observasi aktivitas guru lembar observasi aktivitas siswa dan pedoman wawancara. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan (1) Hasil observasi aktivitas guru pada siklus I adalah 84% dengan kategori baik dan siklus II adalah 92 6% dengan kategori sangat baik terjadi peningkatan aktivitas guru dari siklus I ke siklus II sebesar 7 6 %. Sedangkan hasil observasi aktivitas siswa siklus I adalah 82 3% siklus II sebesar 90 5%. Terjadi peningkatan aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 8 2%. Aktivitas siswa secara keseluruhan dikategorikan baik. (3)Hasil belajar materi pengukuran berat mengalami peningkatan dengan persentase rata- rata skor hasil belajar siswa pada siklus I adalah 73 3 % sedangkan pada siklus II persentase rata- rata skor kemampuan pemecahan masalah siswa mencapai 85 3% sehingga dapat dikatakan berhasil karena telah mencapai standar ketuntasan belajar mengajar yang telah ditentukan yaitu 61619 75.