Skripsi
Kajian implementasi konsep kompetensi dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada perangkat perencanaan pembelajaran biologi di SMA Negeri 2 Batu / Nurlina Khomsah
Abstrak
Kata kunci implementasi konsep kompetensi KTSP perangkat perencanaan pembelajaran. SMA Negeri 2 Batu melakukan pengembangan perangkat perencanaan pembelajaran yang dijabarkan dalam Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Berdasarkan kedua perangkat pembelajaran yang telah disusun oleh guru tersebut diharapkan dapat menampakkan konsep kompetensi yang merupakan kebulatan aspek kognitif psikomotor atau afektif yang dapat didemonstrasikan ditunjukkan atau ditampilkan oleh siswa sebagai hasil belajar. Tujuan penelitian ini adalah menjabarkan implementasi konsep kompetensi dalam KTSP pada Silabus dan RPP mata pelajaran biologi buatan guru di SMA Negeri 2 Batu. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dengan guru biologi SMA Negeri 2 Batu yang berjumlah 2 orang dan studi dokumentasi silabus dan RPP kelas X XI dan XII tahun pelajaran 2009/ 2010 yang berhasil dikumpulkan oleh peneliti berjumlah 13 RPP. Analisis data terbagi dalam tiga tahap (1) Reduksi data (2) Penyajian data (3) Penarikan kesimpulan. Data yang diambil dan disajikan dalam paparan ini hanya yang sesuai dengan fokus khusus penelitian ini yaitu komponen silabus dan RPP yang berkaitan dengan kompetensi yang hendak dikuasai. Komponen silabus dan RPP yang berkaitan dengan cara menguasai kompetensi mengetahui pencapaian kompetensi dan komponen yang berkaitan dengan pendukung pencapaian kompetensi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Implementasi konsep kompetensi pada Silabus Buatan guru SMA Negeri 2 Batu mencakup kebulatan aspek kognitif afektif dan psikomotor sebesar 10% mencakup satu aspek yaitu aspek kognitif sebesar 40 dan dua aspek kompetensi meliputi aspek kognitif dan psikomotor sebesar 50%. Implementasi konsep kompetensi pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Buatan guru SMA Negeri 2 Batu mencakup kebulatan aspek kognitif afektif dan psikomotor sebesar 60% mencakup satu aspek yaitu aspek kognitif sebesar 7% dua aspek kompetensi meliputi aspek kognitif dan psikomotor sebesar 33%. Hasil penjabaran konsep kompetensi dalam setiap komponen RPP dikemukakan sebagai berikut.Persentase komponen penyusun tujuan pembelajaran menunjukkan sejumlah 14% tujuan pembelajaran yang memenuhi komponen audience (A) behavior (B) condition (B) dan degree (D) 82% tujuan pembelajaran hanya tersusun dari komponen audience (A) behavior (B) dan degree (D) serta sejumlah 4% tujuan pembelajaran hanya tersusun dari dua komponen saja yaitu audience (A) dan degree (D). Tujuan pembelajaran yang disusun oleh guru juga mencakup aspek kognitif aspek afektif dan aspek psikomotor. Pada setiap kompetensi dasar ii juga terdiri atas jenis-jenis materi fakta konsep dan prinsip. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru meliputi STAD Picture and picture TPS (Think Pair and Share) inkuiri konstruktivisme student fasilitator and explaining dan problem posing. Kegiatan pembelajaran meliputi kegiatan awal kegiatan inti dan kegiatan penutup dengan langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan karakteristik metode pembelajaran yang digunakan. Sumber belajar yang digunakan oleh guru meliputi buku teks alat dan bahan praktikum yang menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Penilaian penguasaan aspek kognitif meliputi tes tulis (pilihan ganda uraian bebas) penilaian jawaban LKPD. Penilaian penguasaan aspek afektif dan psikomotor meliputi tes kinerja dalam praktikum dan kegiatan diskusi. Disarankan bagi guru disarankan agar melakukan analisis implementasi konsep kompetensi pada komponen-komponen penyusun silabus dan RPP. Apabila ditemukan adanya implementasi yang kurang sesuai dengan konsep kompetensi maka disarankan agar menyesuaikan dengan konsep kompetensi berdasarkan pedoman penyusunan KTSP. Melakukan penjabaran RPP harus mengacu pada komponen-komponen silabus yang telah disusun oleh guru sebelumnya sehingga aspek-aspek kompetensinya secara konsisten dapat dilihat pada kedua perangkat pembelajaran tersebut.