UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Wacana Tujaqi pada prosesi adat perkawinan masyarakat Suwawa Provinsi Gorontalo / Fatimah AR. Umar

Umar, Fatimah AR. - Nama Orang;

Abstrak
Kata Kunci wacana tujaqi prosesi adat perkawinan masyarakat Suwawa. Penuturan wacana tujaqi pada prosesi adat perkawinan masyarakat Suwawa provinsi Gorontalo sekarang ini sudah meluas dan merakyat. Akan tetapi apa bagaimana dan untuk apa belum dipahami secara mendalam oleh sebahagian pemiliknya. Wacana tujaqi merupakan salah satu wacana budaya masyarakat Suwawa provinsi Gorontalo yang merepresentasikan ideologi budaya baik melalui untaian kata-katanya tata cara penuturannya personil aktornya tugas dan posisi aktornya tindakan aktornya serta simbol adat yang menyertainya baik pada tahap motolobalango tahap momanato maupun tahap moponikah. Penelitian ini bertujuan menjelaskan hakikat wacana tujaqi pada prosesi adat perkawinan masyarakat Suwawa yang meliputi (1) skema (2) aktor (3) latar dan (4) tema. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Data penelitian adalah kata-kata tujaqi dan tindakan para aktor serta simbol adat yang menyertainya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan perekaman pengamatan berperan serta studi dokumen dan wawancara. Instrumen utama adalah peneliti sendiri dan pedoman pengumpulan data. Untuk menjaga kesahihan data dilakukan triangulasi terhadap sumber data dan metode pengumpulan data. Analisis data menggunakan teknik analisis wacana kritis dengan menggunakan model interaktif yang di dalamnya terdapat kegiatan reduksi penjajian data penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan pertama skema penuturan wacana tujaqi pada prosesi adat perkawinan masyarakat Suwawa menggunakan alur maju bertahap dari awal tengah dan akhir baik pada tahap motolobalango momanato maupun moponikah. Skema tahap motolobalango bagian awal adalah (i) menyapa audiens (ii) menghormati pemimpin (iii) memaklumkan (iv) memohon maaf (v) memohon izin (vi) mengagungkan asma Allah SWT (vii) menunjung tinggi nabi Muhammad SAW (viii) mengecek kehadiran audeisn (ix) memperjelas identitas utoliya wolato dan (x.) menyerahkan dan menerima simbol adat. Skema tahap motolobalango bagian tengah adalah (i) mencari informasi tentang calon mempelai perempuan (ii) melamar calon mempelai perempuan (iii) menyerahkan dan menerima simbol adat pelamaran. Skema tahap motolobalango bagian akhir adalah (i) memperjelas pembicaraan awal (ii) berjabatan tangan. Skema tahap momanato bagian awal adalah (i) mempersiapkan hantaran harta (ii) membawa hantaran harta (iii) membawa masuk hantaran harta ke rumah mempelai perempuan (iv) menghidangkan hantaran harta dan (v) membuka dan memperlihatkan hantaran harta kepada audiens. Skema tahap momanato bagian tengah adalah (i) memohon menyerahkan hantaran harta dan (ii) menyerahkan dan menerima hantaran harta. Skema tahap momanato bagian akhir adalah (i) berjabatan tangan dan (ii) menyerahkan mahar dan tapagola kepada mempelai perempuan di kamar wadaka (adat). Skema tahap moponikah bagian awal adalah (i) memaklumkan dan memohon izin (ii) menuntun mempelai laki-laki turun dari kenderaan adat (iii) menuntun mempelai melangkah ke gapura rumah mempelai perempuan (iv) menuntun mempelai laki-laki memasuki halaman rumah mempelai perempuan (v) menuntun mempelai laki-laki menaiki tangga adat rumah mempelai peremuan (vi) menuntun mempelai laki-laki memasuki rumah mempelai perempuan dan (vi) menuntun mempelai laki-laki duduk di kursi kerajaan. Skema tahap moponikah bagian tengah adalah (i) memaklumkan dan memohon izin (ii) membaeat (iii) menikahkan dan (iv) membatalkan air wudlu. Skema tahap moponikah bagian akhir adalah berdoa. Kedua aktor yang terlibat dalam penuturan wacana tujaqi pada prosesi adat perkawinan adalah (i) aktor abstrak (ii) aktor sebagai narator (iii) aktor terlibat (iv) aktor sasaran utama dan (v) aktor sebagai kreator. Aktor (i) berada pada posisi yang mendominasi dan menghegemoni sedangkan aktor (ii v) di sisi lain berada pada posisi yang mendominasi dan menghegemoni tetapi di sisi lain mereka juga berada pada posisi yang didominasi dan dihegemoni. Tindakan para aktor adalah (i) tindakan sesuai aturan (ii) tindakan taktik (iii) tindakan move dan (iv) tindakan heuristik. Ketiga latar penuturan wacana tujaqi adalah (i) latar terpola dan (ii) latar spontanitas. Latar terpola meliputi (a) latar agama dan (b) latar budaya dan adat istiadat (ii) latar spontanitas meliputi (a) latar waktu (b) latar situasi dan (c) pengalaman nyata. Keempat tema khusus pada tahap motolobalango adalah (1) ketauhidan (ii) kepemimpinan (iii) kesusahan (iv) kesungguhan dan keberanian (v) ketawudluaan (vi) kesatuan dan persatuan (vii) kehadiran (viii) kedemokratisan (ix) kesepakatan awal (x.) kearifan dan kebijaksanaan (xi) ketangguhan (xii) kegelisahan (xiii) perencanaan awal (xiv) kejujuran (xv) kecekatan dan ketelitian (xvi) keyakinan (xvii) kewaspadaan (xviii) kepercayaan diri (xix) kehormatan diri (xx) keikhlasan (xxi) keraguan (xxii) kesaksian (xxii) kedisiplinan.Tema umumnya adalah perjuangan. Tema khusus tahap momanato adalah (i) penjagaan dan pengamalan adat istiadat (ii) pemenuhan hak dan kewajiban (iii) kesabaran (iv) keadilan dan (v) kepedulian. Tema umumnya adalah pengorbanan. Tema khusus tahap moponikah adalah (i) kepemimpinan (ii) ketauhidan (iii) keterbatasan (iv) ketaatan ((v) pedoman dan pegangan (vi) peradaban (vii) pembaeatan (viii) pengakuan dan (ix) pengukuhan.Tema umumnya adalah pengakuan dan pengukuhan. Berdasarkan temuan tersebut dapatlah disimpulkan bahwa wacana tujaqi pada prosesi adat perkawinan masyarakat Suwawa pada hakikatnya bukan sekedar hiburan dan pemecah kesunyian. Akan tetapi di dalamnya terdapat berbagai ideologi budaya yang dapat dijadikan pedoman dan pandangan hidup dalam berbagai sendi kehidupan bukan saja oleh kedua mempelai tetapi juga oleh seluruh audiens yang terlibat di dalamnya. Untuk itu perlu ditemukan digali dipelihara dan dilestrikan secara terus menerus oleh semua pihak yang terkait di dalamnya.


Informasi Detail
DDC
Rd 499.22182 UMA w
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, 2010.
Deskripsi Fisik
xvii, 622 lembar : il. , tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
03608/KI/10
Edisi
Disertasi (Pascasarjana)--Universitas Negeri Malang. 2010
Subjek
1. BAHASA INDONESIA - WACANA
Pembimbing
1. H. Rofi'uddin 2. H. Dawud
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik