Skripsi
Perbedaan tingkat penyesuaian sosial antara siswa dari keluarga utuh dengan siswa dari keluarga orangtua tunggal di SMK Negeri 2 Malang / Indah Novita
Abstrak
Kata Kunci penyesuaian sosial keluarga utuh orangtua tunggal Penyesuaian sosial adalah kemampuan seseorang untuk berinteraksi secara tepat dan efektif serta menyeluruh terhadap relitas sosial dan orang lain yang mencakup enam aspek penampilan nyata penyesuaian terhadap diri sendiri penyesuaian terhadap orang lain penyesuaian terhadap kelompok sikap sosial dan kepuasan pribadi. Penyesuaian sosial merupakan salah satu hal yang penting untuk dimiliki individu sebagai syarat hidup bermasyarakat. Hubungan orangtua dan anak yang penuh kasih sayang adalah faktor yang mempengaruhi tercapainya penyesuaian sosial yang baik. SMK Negeri 2 merupakan sekolah yang memiliki fenomena yang melatarbelakangi penelitian dimana di sekolah tersebut memiliki jumlah siswa yang besar dengan latar belakang keluarga yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tingkat penyesuaian sosial siswa dari keluarga utuh di SMK Negeri 2 Malang (2) tingkat penyesuaian sosial siswa dari keluarga orangtua tunggal di SMK Negeri 2 Malang serta (3) perbedaan tingkat penyesuaian sosial antara siswa dari keluarga utuh dengan siswa dari keluarga orangtua tunggal di SMK negeri 2 Malang. Penelitian ini dilakukan dengan desain deskriptif dan komparatif pada populasi siswa kelas X SMK Negeri 2 Malang tahun ajaran 2009/2010. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan angket dan dianalisis dengan teknik persentase dan uji-t. Hasil penelitian siswa dari keluarga utuh yang memiliki tingkat penyesuaian sosialnya tinggi sebesar 73 4% tingkat penyesuaian sosial sangat tinggi sebesar 13 3% tingkat penyesuaian sosialnya sedang sebesar 13 3%. Siswa dari keluarga orangtua tunggal yang memiliki tingkat penyesuaian sosial tinggi sebesar 66 1% tingkat penyesuaian sosial sedang sebesar 19 6% tingkat penyesuaian sosialnya sangat tinggi sebesar 14 3%. Hasil analisis komparatif menunjukkan adanya perbedaan tingkat penyesuaian sosial antara siswa dari keluarga utuh dengan siswa dari keluarga orangtua tunggal (t 1 175 dan p 0 010 0 05).Tingkat penyesuaian sosial siswa dari keluarga utuh lebih tinggi daripada siswa dari keluarga orangtua tunggal (mean jawaban siswa keluarga utuh 188 5667 mean jawaban siswa keluarga orangtua tunggal 184 7857 selisih mean 3 78095). Disarankan bagi konselor hendaknya tetap memelihara dan mengembangkan kemampuan penyesuaian sosial yang telah ada pada siswa melalui pengembangan layanan informasi bidang pribadi-sosial siswa dan juga peningkatan layanan konseling kelompok yang memungkinkan untuk membantu siswa memecahkan permasalahan yang dialaminya melalui interaksi kelompok. Selain itu konselor juga perlu memberikan layanan penempatan dalam kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai bakat dan minat siswa melalui kerja sama dengan ii guru di sekolah sehingga dengan demikian diharapkan dapat lebih menunjang kemampuan penyesuaian sosial siswa. Sejalan dengan upaya konselor guru hendaknya dapat mengkondisikan kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah untuk menunjang tetap terpeliharanya kemampuan penyesuaian sosial yang telah ada pada siswa salah satunya dengan meningkatkan kegiatan diskusi kelompok misalnya dalam ekstrakurikuler kerohanian. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa akan terlibat dalam interaksi kelompok sehingga kemampuan penyesuaian sosial yang telah ada dapat lebih berkembang. Bagi peneliti lain yang tertarik dengan penelitian ini diharapkan dapat membantu mengembangkan kemampuan penyesuaian sosial siswa misalnya dengan menggunakan teknik sosiodrama.