Skripsi
Kajian tentang pengaruh strategi pembelajaran PjBL (Project Based Learning) terhadap keterampilan metakognitif siswa putra dan putri kelas X SMA Negeri di Malang / Happy Mayasari
Abstrak
Kata kunci strategi pembelajaran PjBL (Project Based Learning) keterampilan metakognitif jenis kelamin Salah satu kelemahan pendidikan di Indonesia adalah pembelajaran yang masih berpusat pada guru (teacher centered). Pada pembelajaran ini siswa cenderung hanya bertindak sesuai dengan apa yang diinstruksikan oleh guru tanpa berusaha sendiri untuk memikirkan apa yang sebaiknya dilakukan untuk mencapai tujuan belajarnya. Mereka tidak dapat menjadi seorang pebelajar mandiri yang dapat membangun konsep dan pemahamannya sendiri. Di dalam proses menjadi seorang pebelajar mandiri melibatkan keterampilan metakognitif. Keterampilan metakognitif adalah keterampilan tentang berpikir bagaimana seharusnya berpikir menyadari halhal yang telah diketahui dan tidak diketahui serta memonitor dan mengevaluasi kemajuan proses belajar diri sendiri. Seseorang yang memiliki keterampilan metakognitif yang baik tentu akan lebih mudah untuk menjadi seorang pebelajar mandiri yang aktif. Faktor lain yang dapat mempengaruhi kegiatan belajar siswa adalah jenis kelamin. Masing-masing jenis kelamin tersebut mempunyai keunikan tersendiri yang mempengaruhi cara belajarnya masing-masing untuk mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu cara yang diharapkan dapat mewujudkan tujuan pembelajaran tersebut adalah dengan penerapan strategi pembelajaran PjBL (Project Based Learning). Keunggulan strategi ini adalah siswa dituntut untuk dapat menyelesaikan masalah dengan melakukan suatu proyek yang dilakukan melalui suatu perencanaan pelaksanaan dan evaluasi. Strategi ini akan menuntut tanggung jawab siswa dalam mengambil keputusan yang tepat untuk menyelesaikan proyek. Penerapan strategi ini ditujukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap keterampilan metakognitif siswa yang berjenis kelamin berbeda. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri di Malang pada semester genap 2009-2010 dengan populasi penelitian siswa kelas X SMA Negeri di Malang tahun ajaran 2009/2010. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XA (eksperimen) dan XF (kontrol) SMAN I Gondanglegi kelas X3 (eksperimen) dan X7 (kontrol) SMAN 7 Malang kelas X7 dan X8 (eksperimen) serta X4 (kontrol) SMAN 9 Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain penelitian non equivalent group design versi faktorial 2x2. Analisis yang digunakan adalah analisis anakova faktorial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran PjBL dan jenis kelamin berpengaruh terhadap keterampilan metakognitif siswa tetapi untuk interaksi keduanya tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan metakognitif siswa. Siswa yang difasilitasi dengan strategi pembelajaran PjBL memiliki keterampilan metakognitif 32 89% lebih tinggi dibandingkan dengan siswa pada kelas kontrol. Faktor jenis kelamin menunjukkan bahwa siswa perempuan lebih mampu memberdayakan keterampilan ii metakognitifnya dengan persentase sebesar 33 2% sedangkan pemberdayaan siswa laki-laki hanya sebesar 16 78%. Uji lanjut BNT dilakukan untuk mengetahui posisi masing-masing kelompok kombinasi perlakuan strategi pembelajaran dan jenis kelamin dalam mempengaruhi keterampilan metakognitif. Kombinasi perlakuan siswa perempuan yang difasilitasi dengan strategi pembelajaran PjBL dapat meningkatkan keterampilan metakognitifnya sebesar 45 13% siswa laki-laki yang difasilitasi dengan strategi pembelajaran PjBL sebesar 39 98% siswa perempuan yang difasilitasi dengan strategi pembelajaran multistrategi sebesar 22 17% sedangkan siswa laki-laki yang difasilitasi dengan strategi pembelajaran multistrategi tidak dapat meningkatkan keterampilan metakognitifnya.