UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tesis

Pengaruh ekstrak kasar daun tapak dara (Catharanthus roseus) terhadap proses pembelahan sel spermatosit primer belalang sebagai bahan ajar matakuliah biologi sel / Kamalia Fikri

Fikri, Kamalia - Nama Orang;

Abstrak
Kata kunci Catharanthus roseus ekstrak kasar pembelahan sel spermatosit primer bahan ajar Catharanthus roseus yang lebih dikenal dengan tanaman tapak dara merupakan salah satu tanaman yang banyak digunakan sebagai obat di Indonesia. Tanaman tapak dara menghasilkan 130 Terpenoid Indole Alkaloid (TIAs) yang lazim disebut vinkaalkaloid. Daun tapak dara mengandung alkaloid bisindole spesifik yakni vinblastin dan vinkristin yang berpotensi sebagai antikanker. Pengembangan vinblastin dan vinkristin sebagai obat antikanker menemui beberapa kendala oleh karenanya dikembangkan obat herbal sebagai pengobatan alternatif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi dunia pendidikan yakni sebagai bahan ajar matakuliah biologi sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kasar daun tapak dara terhadap lama waktu anafase perubahan panjang sel serta kecepatan pergerakan kromosom selama anafase dan kegagalan pembelahan pada proses pembelahan sel spermatosit primer belalang. Selain itu penelitian ini juga ingin mengetahui bagaimana implikasi hasil penelitian sebagai bahan ajar matakuliah biologi sel. Pengamatan mengenai lama waktu anafase perubahan panjang sel serta kecepatan pergerakan kromosom dilakukan pada akhir metafase hingga awal telofase. Sedangkan pengamatan mengenai kegagalan pembelahan dilakukan hingga tahap sitokinesis. Perlakuan konsentrasi ekstrak kasar daun tapak dara di dalam larutan Carlson terdiri atas 5 level konsentrasi yaitu 0.1% 0.3% 0.5% 0.7% dan 0.9% sedangkan perlakuan kontrol menggunakan medium larutan Carlson. Data dianalisis menggunakan anova dan dilanjutkan dengan uji LSD. Penyusunan bahan ajar dilakukan dengan 3 tahap yaitu tahap pendefinisian perancangan dan pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kasar daun tapak dara secara signifikan memperpanjang lama waktu anafase memperkecil perubahan panjang sel serta memperlambat kecepatan pergerakan kromosom selama anafase. Pengaruh paling besar terdapat pada konsentrasi 0 9%. Selain itu terjadi kegagalan pembelahan yang mulai muncul pada konsentrasi 0 3% dan terus meningkat hingga konsentrasi 0 9%. Berdasarkan hasil validasi maka bahan ajar berupa hand out dan penuntun praktikum dapat digunakan dalam kegiatan belajar matakuliah biologi sel. Bertitik tolak pada penelitian ini disarankan dilakukan penelitian lanjutan berupa pewarnaan tubulin dengan teknik imunohistokimia untuk mengamati secara langsung dinamika kerangka sel dalam keadaan sel hidup dan membelah serta perlu dilakukan uji pengaruh ekstrak kasar daun tapak dara terhadap organ tubuh yang lain untuk mengetahui sejauh mana efek samping yang ditimbulkan.


Informasi Detail
DDC
Rt 574.87078 FIK p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Biologi, 2010.
Deskripsi Fisik
xviii, 130 lembar : il., tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
03625/KI/10
Edisi
Tesis (Pasca Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2010
Subjek
1. BIOLOGI SEL - MEDIA PEMBELAJARAN
Pembimbing
1. MOHAMMAD AMIN ; 2. DWI LISTYORINI
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik