Skripsi
Zona sebaran populasi wereng hijau empoasca sp. (Homoptera:cicadellidae) pada tanaman teh (Camellia sinensis L.O.K.) di area kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang / Eka Corneliyawati
Abstrak
Kata kunci zona sebaran Empoasca sp. faktor abiotik Sebaran/distribusi adalah sebuah gerakan individu-individu atau anakanaknyakedalam atau keluar populasi. Zona sebaran merupakan area sebaran Empoasca sp. yang ditentukan berdasarkan kepadatan relatif populasi disetiap area petak klon teh dengan zona yang tersusun secara radial dan jarak antar lingkaran adalah 10 meter. Empoasca sp. merupakan hama utama pada tanaman teh. Untuk itu perlu ada kajian tentang sebaran kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) pada tanaman teh yang diharapkan dapat memberikan tambahan informasi untuk pertimbangan pengendalian biologis yang bersifat alami dengan membiarkan musuhmusuh alami (predator) tetap hidup. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui sebaran kepadatan relatif populasi wereng hijau (Empoasca sp.) antar klon zona dan waktu pada tanaman teh (Camellia sinensis L.O.K) di area kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang (2) mengetahui faktor abiotik yang paling menentukan sebaran kepadatan relatif populasi Empoasca sp. pada setiap klon zona dan waktu yang berbeda di area kebun teh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan pada bulan April-Mei 2010 di kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang. Penentuan zona dan titik cuplikan dengan cara membuat zona yang sesuai dengan garis transek yang dimulai dari titik pusat sampai tepi area yang ditentukan secara sistemik. Indikator pengamatan sebaran kepadatan relatif populasi Empoasca sp. dilakukan dengan pengamatan jumlah kepadatan relatif populasi imago Empoasca sp. secara langsung pada setiap perdu tanaman teh. Faktor abiotik yang diukur meliputi kecepatan angin kelembaban udara suhu dan intensitas cahaya. Untuk mengetahui faktor abiotik yang mempengaruhi sebaran kepadatan relatif populasi Empoasca sp. antar klon zona dan waktu pada tanaman teh dilakukan dengan analisis regresi ganda bertahap (Stepwise-backward multiple regression) dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) antara klon TRI 2024 TRI 2025 dan Assamica nilai persentase tertinggi dapat dijumpai pada klon TRI 2024 sebesar 20%. Sedangkan untuk pengamatan kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) antar zona A B C dalam setiap petak klon TRI 2024 TRI 2025 dan Assamica nilai persentase tertinggi dapat dijumpai pada zona A dengan persentase sebesar 20% untuk klon TRI 2024 sedangkan klon TRI 2025 dengan persentase sebesar 17.647% dan Assamica sebesar 18.333%. Untuk pengamatan kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) antar waktu pagi siang dan sore hari di area kebun teh Wonosari ii didapatkan hasil nilai persentase kepadatan relatif populasi Empoasca sp. yang tertinggi dapat dijumpai pada siang hari sebesar 43.333% pada klon Assamica. Hasil uji statistik dengan analisis regresi ganda bertahap (Stepwise-backward multiple regression) dengan program SPSS terhadap faktor abiotik menunjukkan bahwa faktor abiotik berpengaruh secara signifikan dimana pengaruh faktor lingkungan tersebut secara simultan terhadap sebaran kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) pada setiap klon zona dan waktu pada tanaman teh di area kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang. Sedangkan sumbangan faktor abiotik yang paling menentukan terhadap sebaran kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) pada klon TRI 2024 adalah kecepatan angin (R2 total 7 4% dan r2 parsial 0 3776%) untuk klon TRI 2025 adalah kecepatan angin (R2 total 4 9% dan r2 parsial 0 4301%) sedangkan untuk klon Assamica adalah kelembaban udara (R2 total 3 7% dan r2 parsial 0 1239%). Sedangkan sumbangan faktor abiotik terhadap sebaran kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) pada zona A adalah kelembaban udara (R2 total 5 6% dan r2 parsial 0 3198%) zona B adalah intensitas cahaya (R2 total 3 1% dan r2 parsial 0 1363%) dan pada zona C adalah kecepatan angin (R2 total 5 0% dan r2 parsial 0 2553%). Sumbangan faktor abiotik terhadap kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) pada pagi hari adalah intensitas cahaya (R2 total 6 9% dan r2 parsial 0 2913%) pada siang hari adalah intensitas cahaya (R2 total 2 9% dan r2 parsial 0 2412%) dan pada sore hari adalah intensitas cahaya (R2 total 6 0% dan r2 parsial 0 3937%).