Tugas Akhir
Penerapan pembelajaran tematik dengan tema lingkungan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III di SDN Purwantoro 7 Kecamatan Blimbing Kota Malang / Rasmi Patty
Abstrak
Kata Kunci Pembelajaran Tematik hasil belajar siswa. Hasil observasi data pra lapangan di kelas 3 SDN Purwantoro 7 terlihat fakta bahwa guru dalam pembelajaran dengan tema lingkungan di SDN Purwantoro 7 masih belum menggunakan prinsip-prinsip pembelajaran secara optimal kegiatan masih banyak didominasi oleh guru siswa lebih banyak duduk diam dan dengar. Dengan sikap yang pasif dalam menerima pelajaran tentu saja akan mempengaruhi perolehan hasil belajar data hasil belajar yang diberikan oleh peneliti berupa soal tes sebanyak 5 soal menunjukkan bahwa siswa SDN Purwantoro 7 kurang mampu dalam hal penguasaan konsep materi pembelajaran tema lingkungan. Dari hasil tes awal yang diberikan oleh peneliti hanya ada 3 siswa (11 5%) yang penguasaan konsep materinya mencapai 75-100 terdapat 12 siswa (46 2%) yang mencapai nilai antara 50-75 dan ada 11 orang siswa yang (42 3%) yang memperoleh nilai di bawah 50. Padahal standar ketuntasan minimal yang ditentukan oleh SDN Purwantoro 7 adalah 75. Nilai rata-rata yang dicapai siswa kelas IV SDN Purwantoro 7 hanya mencapai rata-rata 53 75. Nilai ini adalah nilai rata-rata yang jauh di bawah standar ketuntasan minimal. . Hal-hal tersebut melatarbelakangi penelitian ini. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan penelitian tindakan kelas melalui tindakan penerapan pembelajran tematik dan dilakukan di SDN Purwantoro 7 Kecamatan Blimbing Kota Malang di Kelas III mulai tanggal 5 Maret sampai dengan 29 April 2010. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa kelas 3 tentang tema lingkungan SDN Purwantoro 7 kota Malang dengan menggunakan pembelajaran terpadu. Desain penelitian yang digunakan model spiral dari Kemmis dan Taggart dengan instrumen penelitian berupa lembar observasi wawancara catatan lapangan LKS dan lembar tes. Berdasarkan penerapan pembelajaran tematik guru sudah dapat memfokuskan diri dan siswa pada pembelajaran menghargai jerih payah siswa dalam mengerjakan tugas atau soal dan ramah dalam bersikap dan berkomunikasi. Sikap menghargai yang ditampilkan oleh guru terhadap siswa memberikan efek positif pada kenyamanan siswa dan keaktifan siswa dalam pembelajaran hal ini terbukti dengan siswa mulai bisa rileks ketika duduk dengan untaian senyum tulus terlihat dirona wajah-wajah siswa. Salah satu penyebab siswa menjadi lebih aktif dikarenakan siswa merasa nyaman dalam pembelajaran ini sesuai dengan yang pernyataan DePorter (2001 36) bahwa membangun rasa memiliki akan mempercepat proses pengajaran dan meningkatkan rasa tanggung jawab. kunci membangun ikatan emosional yaitu dengan menciptakan kesenangan dalam belajar menjalin hubungan dan menyingkirkan segala ancaman dari suasana belajar (DePorter 2001 23) karena ketiadaan ancaman adalah salah satu kondisi yang dibutuhkan untuk berjalannya proses belajar (Hart 1983 dalam DePorter 2001 47). Sebaliknya keadaan stress dan rasa takut yaitu perasaan yang sering muncul apabila proses belajar hanya melibatkan aspek otak kiri saja dapat menghambat proses berpikir dan mengingat. (Megawangi 2004 49-50). Berdasarkan perbandingan hasil belajar siswa pada penelitian awal siklus I dan siklus II dilihat dari perbandingan nilai rata-rata pada penelitian awal nilai rata-rata tes kelas 5 64 pada siklus I rata-rata kelas menjadi 6 42 dan pada siklus II rata-rata kelas menjadi 8 17. Pada penelitian awal jumlah siswa yang lulus hanya 12 orang (42 85%) dan 16 orang lainnya (57 15%) tidak lulus. Pada siklus I jumlah siswa yang lulus bertambah menjadi 21 orang (75%) siswa yang tidak lulus 7 orang (25%). Peningkatan jumlah siswa yang lulus juga terlihat pada siklus II jumlah siswa yang lulus 28 orang (100%) atau dengan kata lain seluruh siswa lulus.