Tugas Akhir
Penerapan pendekatan whole language dengan media buku harian untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan sederhana pada siswa kelas III C SDN Dupak V Surabaya / Indaryani
Abstrak
Kata kunci whole language buku harian kemampuan menulis karangan sederhana SD Menulis merupakan salah satu aspek berbahasa yang harus dikuasai siswa. Dengan menulis siswa dapat mengungkapkan gagasan-gagasan ide informasi usulan saran cerita dan lain-lain kepada orang lain dalam bentuk tulisan. Namun pada kenyataannya kemampuan menulis siswa kelas III C SDN dupak V Surabaya masih kurang. Dari hasil penilaian yang dilakukan guru diketahui bahwa nilai rata-rata yang diperoleh siswa masih di bawah KKM yang ditetapkan yaitu 70. Siswa yang mencapai ketuntasan belajar hanya 6 orang dari 36 siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat diterapkan pendekatan whole language dengan media buku harian. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mendiskripsikan penerapan pendekatan whole language dengan media buku harian untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan sederhana siswa kelas IIIC SDN Dupak V Surabaya. (2) Untuk mendiskripsikan hasil belajar penerapan pendekatan whole language dengan media buku harian untuk meningkatkankemampuan menulis karangan sederhana siswa kelas IIIC SDN Dupak V Surabaya. (3) Untuk mendiskripsikan aktivitas belajar siswa pada penerapan pendekatan whole language dengan media buku harian untuk meningkatkan kemampuan menulis sederhana siswa kelas III C SDN Dupak V Surabaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dan desain penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas untuk perbaikan pembelajaran ini dilakukan dalam dua siklus dengan langkah perencanaan tindakan observasi dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan whole language dengan media buku harian dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan sederhana pada siswa kelas III C SDN Dupak V Surabaya yang ditunjukkan dari peningkatan prosentase aktifitas siswa dan guru. Pada siklus I prosentase aktifitas siswa 61 4% siklus II mencapai 87 5%. Prosentase aktifitas guru siklus I sebesar 76 6% sedangkan siklus II meningkat sampai 93%. Ketuntasan belajar yang dicapai siswa pada setiap siklus juga terus meningkat. Pada tahap pratindakan siswa yang mencapai ketuntasan hanya 6 siswa dari 36 siswa atau