Skripsi
Identifikasi konsep sukar dan kesalahan konsep reaksi redoks pasa siswa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang / Trining Puji Astutik
Abstrak
Kata kunci konsep sukar kesalahan konsep reaksi redoks. Salah satu tujuan pembelajaran kimia di SMA adalah siswa dapat memahami konsep kimia. Pemahaman terhadap konsep dasar kimia sangat penting supaya dapat memahami konsep lebih tinggi atau selanjutnya. Konsep kimia bersifat berjenjang dan abstrak. Reaksi redoks merupakan salah satu konsep kimia bersifat abstrak dan berjenjang yang diperlukan dalam mempelajari konsep lebih kompleks seperti elektrokimia di kelas XII. Kesukaran siswa dalam mempelajari konsep dapat menimbulkan konsep sukar dan kesalahan konsep. Konsep sukar ditunjukkan dengan persentase jawaban salah siswa (PJS) yang sama dengan atau lebih besar dari 61% dan kesalahan konsep ditunjukkan dengan kekonsistenan siswa menjawab soal yang berbeda pada konsep sama. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi (1) deskripsi konsep sukar (2) konsep sukar yang dimiliki siswa dan (3) kesalahan konsep yang dialami siswa. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif. Sampel penelitian adalah siswa kelas X1 dan XI IPA2 SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang tahun ajaran 2009/2010 sebanyak 58 siswa yaitu 33 siswa kelas X dan 25 siswa kelas XI IPA. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes diagnostik sebanyak 14 butir soal berupa tes pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban dan disertai alasan jawaban dan diperkuat dengan hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) deskripsi konsep sukar adalah mean median modus jawaban salah siswa minimal (Xmin) dan jawaban salah siswa maksimal (Xmax) siswa kelas X berturut-turut 15 14 21 1 dan 31 dan mean median modus jawaban salah siswa minimal (Xmin) dan jawaban salah siswa maksimal (Xmax) siswa kelas XI IPA berturut-turut 9 8 4 dan 17 2 dan 17 (2) Jenis konsep sukar yang dimiliki siswa adalah (a) reaksi oksidasi berdasarkan penggabungan dan pelepasan oksigen pada siswa kelas X (b) reaksi reduksi berdasarkan transfer elektron pada siswa kelas X dan XI IPA (c) oksidator pada siswa kelas X (d) reduktor pada siswa kelas X dan XI IPA dan (e) bilangan oksidasi pada siswa kelas X dan XI IPA dan (3) Jenis kesalahan konsep yang dialami siswa adalah siswa menganggap (a) oksidator mengalami peningkatan bilangan oksidasi sebesar 3% pada siswa kelas X dan 8% siswa kelas XI IPA (b) reduktor adalah zat yang mengalami reaksi reduksi dengan tingkat kekonsistenan 4% pada siswa siswa kelas XI IPA (c) bilangan oksidasi ion monoatomik tidak sama dengan muatan ionnya dan angka indeks menunjukkan bilangan oksidasi unsur pada siswa kelas X sebesar 33% dan siswa kelas XI IPA sebesar 8% dan (d) reaksi redoks apabila terjadi perubahan muatan pada ion poliatomik menjadi senyawa dimiliki siswa kelas X dan XI IPA berturut-turut 3% dan 24%.