Skripsi
Penerapan activity based costing system dalam sistem informasi biaya produksi sebagai metode alternatif perhitungan harga pokok pada perusahaan tegel Indah Cemerlang Malang / Gilang Putera Fajar
Abstrak
Kata Kunci Activity-Based Costing System sistem biaya tradisional Informasi mengenai harga pokok produk menjadi sangat penting karena informasi ini berguna bagi manajemen perusahaan dalam menetapkan kebijakan harga pokok penjualan dan harga jual produk. Metode yang lazim digunakan oleh manajemen perusahaan didalam menentukan harga pokok produk adalah sistem biaya tradisional namun penetapan harga pokok produk dengan menggunakan sistem biaya tradisional dianggap kurang sesuai. Berdasarkan keterbatasan tersebut maka diperlukan suatu metode kalkulasi biaya yang mampu membebankan biaya overhead dengan tepat sehingga mampu menghasilkan harga pokok produk yang akurat. Activity-Based Costing merupakan suatu sistem manajemen biaya yang mengorganisasikan semua biaya atas dasar aktivitas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keakuratan perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan Activity-Based Costing System didalam penetapan harga pokok produk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Perusahaan Tegel Indah Cemerlang didalam menetapkan harga pokok produk mempergunakan sistem biaya tradisional. Proses pembebanan biaya overhead pada produk menggunakan dasar volume berupa jam mesin. Dari analisa yang telah dilakukan maka harga pokok produk menurut sistem biaya tradisional untuk Tegel Teraso adalah Rp. 19.300 34 Bataco adalah Rp 17.771 25 Paving stone adalah Rp 20.850 91 dan Beton got adalah Rp 13.341 59. Sedangkan harga pokok produk menurut Activity-Based Costing System untuk tegel teraso adalah Rp 22.991 54 Bataco adalah Rp 16.653 95 Paving stone adalah Rp 21.179 8 dan Beton got adalah Rp 12.791 37. Dari hasil perbandingan sistem biaya tradisional dan sistem Activity-Based Costing System diketahui bahwa pembebanan terlalu rendah untuk tegel teraso sebesar Rp 3.691 2 dan paving stone sebesar Rp 328 89 dan pembebanan terlalu tinggi untuk bataco sebesar Rp 1.117 3 dan beton got sebesar Rp 550 22. Perbedaan harga pokok produk antara sistem biaya tradisional dengan Activity-Based Costing System disebabkan oleh adanya perbedaan pemicu biaya yang digunakan. Mengingat Perusahaan Tegel Indah Cemerlang memiliki proporsi biaya overhead yang cukup signifikan terhadap harga pokok produk maka penetapan harga pokok produk dengan Activity-Based Costing System lebih menunjukkan keakuratan. Informasi harga pokok produk yang akurat sangat berguna bagi manajemen perusahaan untuk mengambil keputusan yang tepat.