Skripsi
Peningkatan prestasi belajar IPS materi perjuangan para pejuang pada masa penjajahan Belandan dan Jepang menggunakan model pembelajaran kooperatif skrip di kelas V SDN Sumberanyar I Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan / Tandil Rahayaan
Abstrak
Kata kunci pembelajaran kooperatifskrip prestasi belajar IPS sekolah dasar. Mata pelajaran IPS yang diajarkan di sekolah dasar merupakan awal pengenalan kepada siswa tentang kehidupan lingkungan sekitarnya dan memberikan kemampuan memahami secara kritis tentang berbagai masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari serta mampu berprilaku sesuai dengan norma dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Permasalahan yang terjadi di kelas V SDN Sumberanyar I Nguling adalah rendahnya hasil belajar siswa dan kerjasama siswa dalam belajar berkelompok. Sehingga perlu adanya penerapan pembelajaran inovatif. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk 1)Mendeskripsikan model pembelajaran kooperatif skrip dalam pembelajaran IPS bagi siswa kelas V SDN Sumberanyar I yang mencakup pemahaman konsep dan kemampuan kerjasama antar siswa. 2)Mengetahui apakah penerapan pembelajaran kooperatif skrip dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V SDN sumberanyar I. Penelitian ini menggunakanjenis penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Sumberanyar I kecamatan Nguling kabupaten Pasuruan yang berjumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi selama proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus tiap siklusterdiri dari empat tahap yaitu perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi. Hasil penelitian yang diperoleh siswa yang merupakan pemahaman konsep IPS menggunakan model pembelajaran kooperatif skrip.Pada hasil tindakan siklusI rata-rata kelas menjadi 60 22 % dan ketidak berhasilan siswa menjadi 11 (59.10 %) siswa sedangkan 9 (40.10 %) siswa lainnya telah dikatakan berhasil karena telah mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan yaitu 70 % ke atas. Kemudian pada siklus II. nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 80.22 % dan ketidak berhasilan siswa berkurang menjadi 3 (13.63 %) siswa sedangkan 19 (86.37 %) siswa lainnya telah dikatakan berhasil karena telah mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan yaitu 70 % ke atas. Secara keseluruhan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dan mencapai target yang telah ditetapkan setelah penerapan model pembelajaran kooperatif skrip. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan peningkatan rata-rata nilai hasil belajarsiklus I adalah 60.22 %. Sedangkan Pada hasil tindakan pada siklusII nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 80.22 %.Dengan demikian model pembelajaran kooperatif skrip dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan kemampuan bekerjasamanya dalam kelompok tanpa memandang perbedaan menjadi sangat baik.