Skripsi
Penerapan pembelajaran proyek dipadu dengan pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan keterampilan kerja ilmiah dan hasil belajar biologi siswa kelas X semester II SMA Negeri 1 Lawang / Nikmatul Iza
Abstrak
Kata kunci pembelajaran proyek pembelajaran berbasis masalah keterampilan kerja ilmiah hasil belajar. Hasil observasi yang telah dilakukan di kelas X-3 SMA Negeri 1 Lawang pada tanggal 01-11 Mei 2010 menunjukkan bahwa keterampilan kerja ilmiah dilakukan secara terintegrasi dengan kegiatan praktikum serta tidak semua komponen keterampilan kerja ilmiah dapat dilakukan oleh siswa. Indikator keterampilan kerja ilmiah meliputi merencanakan penyelidikan ilmiah melaksanakan penyelidikan ilmiah mengkomunikasikan hasil penyelidikan ilmiah dan bersikap ilmiah. Pembelajaran biologi yang dilakukan hanya berfokus pada LKS yang telah disediakan oleh guru. LKS tersebut berisi petunjuk praktikum setiap materi dan dilengkapi dengan soal-soal latihan sehingga siswa dalam pelaksanaan praktikum hanya mengikuti prosedur dalam LKS. Siswa cenderung pasif pada saat kegiatan pembelajaran dan hanya beberapa siswa yang aktif berpendapat pada saat diskusi. Motivasi belajar siswa juga relatif rendah terbukti dari kurangnya minat siswa untuk aktif selama proses belajar mengajar dan secara umum siswa masih belum mampu mengkonstruk sendiri pengetahuan yang mereka peroleh. Kebanyakan siswa menganggap mata pelajaran biologi sebagai pelajaran hafalan sampai saat ini belum dapat dihilangkan dan cenderung membuat siswa bosan. Berdasarkan hasil observasi tersebut terlihat bahwa keterampilan kerja ilmiah siswa kelas X-3 SMA Negeri 1 Lawang masih rendah dan dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu diterapkan Pembelajaran Proyek Dipadu dengan Pembelajaran Berbasis Masalah untuk meningkatkan keterampilan kerja ilmiah dan hasil belajar Biologi siswa kelas X-3 SMA Negeri 1 Lawang. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada setiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X-3 semester genap tahun ajaran 2009-2010 SMA Negeri 1 Lawang yang berjumlah 37 orang. Siswa laki-laki berjumlah 13 orang dan siswa perempuan berjumlah 24 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2010. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar keterlaksanaan pembelajaran oleh guru lembar keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa catatan lapangan lembar pengamatan perencanaan penyelidikan ilmiah lembar pengamatan proses pelaksanaan penyelidikan ilmiah lembar pengamatan mengomunikasikan hasil penyelidikan ilmiah lembar pengamatan sikap ilmiah tes hasil belajar kognitif dan afektif serta lembar pengamatan hasil belajar psikomotorik. i ii Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan keterampilan kerja ilmiah siswa cenderung mengalami peningkatan antara antara siklus I (70%) dan siklus II (100%). Peningkatan juga terlihat pada rerata keterampilan kerja ilmiah siswa antara siklus I (81) dan siklus II (87). Persentase ketuntasan hasil belajar kognitif dan afektif siswa juga cenderung mengalami peningkatan antara siklus I (84%) dan siklus II (97%). Rerata hasil belajar kognitif dan afektif siswa juga mengalami peningkatan antara siklus I (79) dan siklus II (84). Persentase ketuntasan hasil belajar psikomotorik siswa juga cenderung mengalami peningkatan antara siklus I (81%) dan siklus II (100%). Rerata hasil belajar psikomotorik siswa juga mengalami peningkatan antara siklus I (85) dan siklus II (94). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat dikatakan bahwa Penerapan Pembelajaran Proyek Dipadu dengan Pembelajaran Bebasis Masalah dapat meningkatkan keterampilan kerja ilmiah dan hasil belajar siswa kelas X semester II SMA Negeri 1 Lawang dalam pembelajaran Biologi Saran dari penelitian ini adalah hendaknya peneliti memperhatikan alokasi waktu yang digunakan agar pelaksanaan pembelajaran berlangsung secara efisien sebaiknya pembelajaran proyek dipadu dengan pembelajaran berbasis masalah digunakan oleh guru bidang studi biologi sebagai salah satu variasi dalam pembelajaran yang disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan dapat digunakan oleh peneliti yang lain untuk mengembangkan atau melaksanakan penelitian yang serupa pada subyek penelitian yang berbeda dan guru biologi dapat memanfaatkan lingkungan yang ada di sekitar sekolah atau lingkungan sekitar siswa itu sendiri sebagai sumber belajar bagi siswa sehingga para siswa mendapatkan pengalaman belajar secara langsung.