Skripsi
Zona sebaran populasi kumbang kubah (Curinus coeruleus) pada tanaman teh (Camellia sinensis L.O.K.) di area kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang / Anggeria Oktavisa Denta
Abstrak
Kata Kunci Zona Migrasi Kumbang Kubah Tanaman Teh Pengendalian hama terpadu merupakan salah satu cara pengendalian hama tanpa merusak lingkungan. Salah satu pengendalian hama terpadu adalah pengendalian yang bersifat alami dengan membiarkan musuh-musuh alami (predator) agar tetap hidup. Kepik atau kumbang kubah (Curinus coeruleus) adalah serangga yang terkenal sebagai pemangsa (predator) serangga hama Empoasca sp dan sangat menguntungkan. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui perbedaan jumlah anggota populasi kumbang kubah (Curinus coeruleus )dan faktor abiotik yang berpengaruh terhadap jumlah anggota populsi kumbang kubah antar klon TRI 2024 TRI 2025 dan Asamicca 2) Untuk mengetahui perbedaan jumlah anggota populasi kumbang kubah (Curinus coeruleus) dan faktor abiotik yang berpengaruh terhadap jumlah anggota populsi kumbang kubah antar zona A zona B dan zona C 3) Untuk mengetahui perbedaan jumlah anggota populasi kumbang kubah (Curinus coeruleus) dan faktor abiotik yang berpengaruh terhadap jumlah anggota populsi kumbang kubah antar waktu pagi siang dan sore pada tanaman teh (Camellia sinensis L.O.K) di area Kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Tempat penelitian dilakukan di Kebun Teh Wonosari Kabupaten Malang dan Ruang Ekologi Universitas Negeri Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kumbang kubah yang terdapat pada klon TRI 2024 TRI 2025 dan Asamicca pada Kebun Teh Wonosari Singosari Kabupaten malang dan sampel pada penelitian ini adalah kumbang kubah yang teramati pada titik pencuplikan tegakan teh pada klon TRI 2024 TRI 2025 dan Asamicca. Pengambilan data dilakukan pada 8 titik yang telah dijadikan sampel dan data diambil pada waktu pagi(06.00 08.00) siang(11.00 13.00) dan sore (15.00 17.00). Pengamatan jumlah kumbang kubah dilakukan di 3 zona yaitu zona A zona B dan zona C. Faktor-faktor abiotik yang diukur meliputi kecepatan angin suhu kelembapan udara dan intensitas cahaya.Untuk mengetahui anggota populasi kumbang kubah pada tiap zona waktu dan klon dianalisis secara diskriptif dengan menggunakan diagram batang. Untuk mengetahui hubungan lingkungan dan populasi kumbang kubah dianalisis dengan regresi stepwise backward Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1). Terdapat perbedaan jumlah anggota populasi kumbang kubah antar zona A zona B dan zona C. Jumlah anggota populasi terbesarnya ditemukan pada zona C klon TRI 2024 dengan nilai jumlah anggota populasi sebesar 11. Ada pengaruh faktor lingkungan terhadap jumlah anggota populasi kumbang kubah. Untuk zona A faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah kelembapan udara zona B faktor yang paling ii berpengaruh adalah kelembapan udara dan zona C faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah suhu. 2). Terdapat perbedaan jumlah anggota populasi kumbang kubah antar klon TRI 2024 TRI 2025 dan Asamicca. Jumlah anggota populasi kumbang terbesar ditemukana pada TRI 2024 dengan nilai jumlah anggota populasi sebesar 31. Sedangkan untuk jumlah anggota populasi kumbang kubah terkecil ditemukan pada klon Asamicca dengan nilai jumlah anggota populasi sebesar 16. Untuk klon TRI 2024 faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah intensitas cahaya. Klon TRI 2025 faktor yang berpengaruh adalah suhu. Klon TRI Asamicca faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah intensitas cahaya. 3). Terdapat perbedaan jumlah anggota populasi kumbang kubah antar waktu pagi siang dan sore hari. Jumlah anggota populasi terbesarnya ditemukan pada waktu siang hari klon TRI 2024 dengan nilai jumlah anggota populasi sebesar 19. Pada waktu pagi hari faktor lingkungan yang berpengaruh adalah intensitas cahaya. Pada siang hari faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah kecepatan angin. Pada waktu sore hari faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah intensitas cahaya.