Tugas Akhir
Pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas II-B SDN Mergosono I Kota Malang / Suhartini
Abstrak
Kata-kata kunci Pendekatan kontekstual Hasil belajar Ipa Pendekatan kontekstual adalah pembelajaran yang menekankan pada hubungan antara mata pelajaran dengan situasi dunia yang nyata dan pembelajaran yang memotivasi siswa agar menghubungkan pengetahuan dan terapannya dengan kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami sendiri. Dengan demikian bukan transfer pengetahuan dari guru kepada siswa. Yang pada akhirnya strategi pembelajaran ini dapat berpengaruh kepada peningkatan hasil belajar siswa. Masalah yang diteliti adalah 1) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran IPA menggunakan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan hasil belajar Sains siswa kelas II SDN Mergosono I Kota Malang 2) Apakah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar sains pada siswa kelas II SDN Mergosono I Kota Malang Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan di SDN Mergosono I Malang pada siswa kelas II dengan jumlah siswa 33 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes observasi dan pemotretan. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa pembelajaran wujud benda dan kegunaannya melalui pendekatan kontekstual dari tes awal sampai akhir siklus II mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 34 2% nilai maksimum 25 % dan nilai minimum 66 7%. Dari analisis disimpulkan 1) Langkah-langkah pembelajaran dengan penerapan pendekatan kontekstual. 2) Penerapan pembelajaran kontekstual mampu untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang terlihat dari peningkatan rata-rata tes siswa dari siklus pertama (68 23) ke siklus ke dua (78 09). Disarankan Penerapan Pendekatan kontekstual merupakan salah satu alternative pembelajaran yang dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi wujud benda baik secara tertulis maupun lisan karena hal itu akan meningkatkan aktifitas dan kreatifitas pada diri siswa.