Skripsi
Analisis rasio permodalan, kualitas aktiva produktif, profitabilitas dan likuiditas sebagai alat untuk mengukur kinerja perbankan (studi pada bank umum syariah) periode 2008-2009 / Nurfalihatin
Abstrak
Kata Kunci Kinerja Keuangan Analisis Rasio Permodalan Kualitas Aktiva Produktif Profitabilitas dan Likuiditas. Perbankan merupakan lembaga yang berfungsi mengatur kestabilan ekonomi negara sehingga dalam melaksanakan fungsinya perbankan dituntut untuk memiliki kinerja yang baik. Terjadinya krisis financial yang mengguncang seluruh sistem keuangan di dunia memaksa para investor kreditor masyarakat dan pemerintah untuk terus melakukan pemantauan dan penilaian terhadap kinerja perbankan. Hal ini dilakukan untuk terus mengetahui perkembangan dan antisipasi yang telah dilakukan oleh bank itu sendiri. Informasi penilaian kinerja dapat tercermin di dalam laporan keuangan di mana salah satu alat yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan bank yaitu dengan menggunakan analisis rasio keuangan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja bank yang dinilai melalui aspek permodalan aspek kualitas aktiva produktif profitabilitas (Earning) dan likuiditas (liquidity). Metode pengumpulan data dengan cara dokumentasi berupa data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan bank laporan pengawasan perbankan edaran oleh Bank Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis rasio yang berpedoman pada standart yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Rasio-rasio yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya Kecukupan Pemenuhan Modal Minimum (KPMM) Pemenuhan PPAP Return Of Equity (ROE) Beban Operasional dibandingkan dengan Pendapatan Operasional (BOPO) Quick Ratio (QR) Financing to Deposite Ratio (FDR) untuk melihat /menilai kinerja Bank Umum Syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecukupan Pemenuhan Modal Minimum (KPMM) Pemenuhan PPAP Quick Ratio (QR) Financing to Deposite Ratio (FDR) pada Bank Umum Syariah tergolong baik. Sedangkan untuk Return of Equity (ROE) masih tergolong rendah sedangkan untuk rasio Beban Operasional dibandingkan dengan Pendapatan Operasional (BOPO) tergolong tinggi. Berdasarkan penelitian ini maka disarankan bagi penelitian selanjutnya untuk menambah obyek penelitian dan melakukan penilaian tidak hanya dari segi aspek keuangan akan tetapi juga memasukkan unsur non keuangan dan kondisi ekonomi pada waktu penelitian dilakukan.