Skripsi
Penerapan pembelajaran kooperatif model think pair share (TPS) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kels VII SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang / Wiwik Sulistiyani
Abstrak
Kata Kunci Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share (TPS) Motivasi Belajar Hasil Belajar Hasil observasi di kelas VII-D SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang tanggal 28 Oktober 2009 sampai 4 Nopember 2009 diketahui bahwa motivasi dan hasil belajar siswa masih rendah. Guru sudah berusaha meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menggunakan beberapa metode pembelajaran (praktikum dan diskusi kelas) dan model pembelajaran (Jigsaw Group Investigation dan Pembelajaran Berbasis Masalah) tersebut ternyata masih kurang optimal meningkatkan kinerja siswa untuk aktif di dalam kelompok. Akibatnya hasil belajar yang diperoleh siswa belum mencapai standar ketuntasan minimum. Dari 36 siswa yang telah diamati hanya 22 siswa (61%) yang mendapatkan nilai tes yang baik dan dapat dikatakan telah tuntas belajar artinya siswa di kelas VII-D untuk mata pelajaran biologi belum mencapai persentase ketuntasan belajar secara klasikal (85%). Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif TPS (Think Pair Share). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa kelas VII SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang melalui penerapan pembelajaran kooperatif model TPS (Think Pair Share). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2009 sampai tanggal 31 Desember 2009. Data penelitian berupa motivasi belajar siswa yang diperoleh melalui observasi selama penelitian sedangkan data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model TPS (Think Pair Share) dapat (1) meningkatkan motivasi belajar siswa dari sebesar 61 15% (cukup) pada siklus I menjadi 79 72% (kategori baik) pada siklus II (2) meningkatkan hasil belajar siswa dari skor rata-rata kelas sebesar 67 03 dan ketuntasan klasikal 61% sebelum siklus I meningkat menjadi 74 58 dan ketuntasan klasikal 83 33% setelah siklus I dan meningkat lagi menjadi 80 56 dan ketuntasan klasikal 91 67% setelah siklus II.