Skripsi
Upaya peningkatan prosedur evaluasi dan daya serap (pemahaman/C2) materi pelajaran sejarah melalui metode numbered heads together (NHT) bagi siswa kelas XI IPS 1 SMAN I Kedungwaru / Citra Devi Paramita Sari
Abstrak
Kata kunci Prosedur Evaluasi Daya Serap (Pemahaman/C2) Metode NHT Pendidikan merupakan syarat mutlak majunya suatu negara. Agar pendidikan di Indonesia dapat berhasil dengan baik maka mutu pendidikan harus senantiasa ditingkatkan. Peningkatan mutu pendidikan ini dapat dimulai dari peningkatan kualitas pendidikan. Fakta di lapangan menunjukkan nilai ijasah lebih diutamakan daripada ketrampilan yang dimiliki sehingga lebih banyak siswa yang menekankan bagaimana caranya memperoleh nilai yang baik bukan bagaimana caranya memahami apa yang disampaikan padahal yang paling penting dalam proses belajar individu adalah dimengertinya apa yang dipelajari oleh individu tersebut. Dengan demikian sudah saatnya untuk melakukan evaluasi sesuai prosedur yakni evaluasi yang tidak hanya menekankan pada hasil belajar saja melainkan juga mengukur proses pelaksanaan pembelajaran tersebut. Melalui perbaikan proses pembelajaran dan peningkatan prosedur dalam evaluasi yang tidak hanya menekankan pada hasil belajar saja maka kualitas pendidikan akan dapat ditingkatkan. SMAN I Kedungwaru merupakan SMA favorit di Tulungagung dengan danem minimal 38 17 sehingga murid-muridnya pilihan dari berbagai daerah di Tulungagung dan sekitarnya. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Masriah selaku guru sejarah siswa kelas XI IPS 1 memiliki masalah dalam pembelajaran sejarah yaitu siswa ramai dan selalu mencontek ketika mengerjakan tugas ataupun ulanagn harian. Walaupun contekan tetapi nilai ulangan mereka tetap rendah. Berdasarkan hasil observasi terhadap sikap siswa pemahaman mereka masih rendah karena masih sering mencontek ketika mengerjakan tes dan merasa kebingungan ketika tanya jawab. Oleh sebab itu peneliti memilih model Numbered Head Together agar evaluasi bisa dilakukan dengan lebih obyektif yaitu dengan tes dan non tes untuk mengecek pemehaman siswa. Dari latar belakang yang ada maka permasalahan dalam penelitian ini meliputi (1) Bagaimanakah prosedur evaluasi materi pelajaran sejarah bagi siswa kelas XI IPS 1 SMAN I Kedungwaru dengan dilaksanakannya metode NHT (2) Bagaimanakah daya serap (Pemahaman/C2) materi pelajaran sejarah siswa kelas XI IPS 1 SMAN I Kedungwaru dengan dilaksanakannya metode NHT dan (3) Apa saja keterbatasan atau hambatan dari pelaksanaan metode NHT bagi siswa kelas XI IPS 1 SMAN I Kedungwaru Untuk menjawab permasalahan yang ada maka dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK adalah penelitian yang bertujuan untuk memperbaiki mutu praktik pambelajaran di kelas. PTK ini dilaksanakan dengan 2 siklus yang masing-masing siklus meliputi perencanaan pelaksanaan tindakan observasi/pengamatan dan refleksi. Pelaksanaan tindakan siklus pertama selama 2 jam pelajaran dan siklus kedua selama 3 jam pelajaran. Subyek penelitian adalah siswa SMAN I Kedungwaru kelas XI IPS 1 angkatan 2008/2009 yang berjumlah 42 siswa. Hal yang diteliti adalah prosedur evaluasi dan daya serap (pemahaman/C2). Pengukuran prosedur evaluasi diperoleh melalui data observasi dan daya serap siswa diukur dari hasil rata-rata kelas tes siswa serta observasi. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara lembar observasi soal tes dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan secara interaktif yakni meliputi reduksi data beberan data dan penarikan kesimpulan. Validitas data diperoleh melalui keajegan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan prosedur evaluasi dari 83% menjadi 93%. Nilai tes pemahaman siswa berdasarkan data nilai ulangan harian sebelum adanya tindakan yakni 54 35 pada tindakan siklus I meningkat menjadi 60 71. Meskipun ada peningkatan tetapi nilai siswa masih di bawah KKM disebabkan oleh jumlah soal yang mampu di jawab oleh siswa tidak sebanding dengan jumlah soal yang di kerjakan sehingga skor mereka rendah. Berdasarkan perbaikan tindakan pada siklus II hasil tes meningkat menjadi 81 57 dan telah melampaui KKM. Disamping hasil tes pemahaman peningkatan pemahaman juga dapat di lihat dari non tes yakni hasil observasi pemahaman siswa sebagai proses belajar. Pada siklus I mendapat prosentase sebesar 64% dan pada siklus II meningkat mencapai 88%. Dari hasil refleksi guru peneliti dan teman sejawat kurang maksimalnya NHT pada siklus I karena alokasi waktu pembelajaran yang kurang mencukupi. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode NHT dapat meningkatkan prosedur evaluasi dan daya serap (pemahaman/C2) siswa kelas XI IPS 1 di SMAN I Kedungwaru. Dari kesimpulan tersebut peneliti menyarankan (1) Pelaksanaan metode NHT membutuhkan waktu yang lama dalam pelaksanaanya agar semua tahapanya dapat dilaksanakan secara maksimal. Oleh sebab itu bagi peneliti berikutnya yang akan menggunakan metode ini sebaiknya mempertimbangkan alokasi waktu pembelajaran yang ada (2) Bagi peneliti berikutnya yang akan menggunakan metode ini sebaiknya membuat perencanaan pelaksanaan yang terperinci dan sesuai dengan kondisi lapangan dan (3) Dalam penelitian berikutnya sebaiknya calon peneliti mengembangkan manfaat lain dari metode NHT.