Skripsi
Pengembangan permainan \"maze plus\" pada pembelajaran fisik motorik anak kelompok B TK. Dharma Wanita Persatuan Kota Malang / Rina Lestari
Abstrak
Kata kunci Pengembangan Pembelajaran Fisik Motorik Permainan Maze Plus . Pembelajaran fisik motorik di TK. Dharma Wanita Persatuan Kota Malang dilakukan dengan kegiatan senam Sehat Ceria bersama ibu guru kemudian melempar bola dengan metode pemberian tugas secara klasikal dan berlari sambil melompati tali secara bergantian sedangkan pembelajaran fisik motorik yang dikemas dalam bentuk permainan belum pernah dilakukan di TK. Dharma Wanita Persatuan Kota Malang. Maka peneliti merancang permainan yang diberi nama Maze Plus yaitu permainan yang dirancang dengan memanfaatkan benda-benda yang ada didalam kelas seperti meja kursi matras dan balok. Ciri khas dari permainan ini adalah anak mencari jejak berupa telapak kaki kanan dan kir. Dalam bermain anak harus mencari jejak yang tepat dan memperhatikan petunjuk gambar aktivitas yang dilakukan untuk menuju titik terakhir (finish). Ketika mengikuti jejak tersebut anak harus melalui beberapa rintangan yang telah disediakan. Rintangan tersebut diatur dengan memakai benda-benda yang ada di dalam ruangan seperti menyusun meja di sebelah kanan dan kiri namun bagian tengah merupakan lintasan untuk merangkak pada bagian atas ditutup matras atau kerdus agar terlihat sebagai terowongan kecil gawang kecil dari balok untuk melompat kursi yang berjajar untuk berjalan di atas kursi sebagai pengganti papan titian. Dalam menyelesaikan rintangan menggunakan aktivitas motorik yang merupakan aktivitas motorik berdasarkan gerak-gerak dasar perkembangan fisik motorik yaitu lokomotor non-lokomotor dan manipulatif serta semua aspek keterampilan fisik motorik meliputi kekuatan keseimbangan kecepatan kelincahan dan ketangkasan. Permainan ini juga membantu kemampuan koginitif anak dalam mencari jejak yang benar dan membilang dengan kegiatan memantulkan bola sebanyak lima kali. Tujuan pengembangan pembelajaran fisik motorik adalah 1). Untuk mendiskripsikan Permainan Maze Plus dapat diterapkan pada pembelajaran fisik motorik anak di Kelompok B TK. Dharma Wanita Persatuan Kota Malang. 2). Untuk mendiskripsikan Permainan Maze Plus mudah dilakukan oleh anak dan dapat membuat anak senang dalam melakukan pada pembelajaran fisik motorik anak di Kelompok B TK. Dharma Wanita Persatuan Kota Malang. Dalam penelitian ini peneliti menggunankan model penelitian pengembangan dari Borg and Gall . Model pengembangan tersebut memiliki sepuluh langkah penelitian pengembangan) namun karena subjek penelitian kurang dari 100 maka peneliti tidak menggunakan keseluruhan tetapi hanya menggunakan 7 langkah karena penelitian ini dilaksanakan pada 1 sekolah saja. Adapun 7 langkah yang dipilih oleh peneliti adalah sebagai berikut (1) Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi (kajian pustaka pengamatan kelas persiapan laporan pokok persoalan). (2) Melakukan perencanaan (pendefinisian keterampilan perumusan tujuan penentuan urutan pengajaran dan uji coba skala kecil). (3) Mengembangkan bentuk produk awal (penyiapan materi pengajaran penyusunan buku pegangan dan perlengkapan evaluasi). (4) Melakukan uji lapangan permulaan (dilakukan pada 1 sekolah menggunakan 6-12 subyek). (5) Melakukan revisi terhadap produk utama (sesuai dengan saran-saran para ahli dari hasil uji lapangan permulaan). (6) Melakukan uji lapangan utama (pada 1 sekolah dengan 30-50 subyek). (7) Melakukan revisi produk (berdasarkan saran-saran para ahli dari hasil uji lapangan utama). Berdasarkan hasil analisa dari dua guru kelas kelompok B 90 % menyatakan sangat menarik. Dan klasifikasi persentase antara 80 % - 100 % tergolong klasifikasi baik ( dapat digunakan). Hasil analisa uji kelompok besar (uji lapangan) terhadap 50 anak kelompok B TK. Dharma Wanita Persatuan Kota Malang menyatakan 97.11 % anak mudah melakukannya dan 99.33 % anak senang melakukannya. Dan klasifikasi persentase antara 80 % - 100 % tergolong dalam klasifikasi baik (dapat digunakan). Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah 1). Bahwa Permainan Maze Plus dapat diterapkan pada pembelajaran fisik motorik anak usia dini. Dengan kreatifitas guru dalam memanfaatkan benda-benda yang ada di ruang kelas untuk merancang rute dan aktivitas fisik motorik yang dapat dilakukan anak. Ada beberapa rintangan yang disediakan diantaranya memilih jejak kaki yang tepat melewati terowongan dari meja dengan cara merangkak berjalan lurus mengikuti garis lurus melompati rintangan gawang balok berjalan di atas susunan kursi lalu meloncat dan memantulkan bola sebanyak 5 kali. Aktivitas fisik motorik yang ada merupakan penerapan dari gerak dasar fisik motorik serta semua aspek-aspek keterampilan fisik motorik pada anak. 2).Permainan Maze Plus mudah dilakukan oleh anak dan dapat membuat anak senang dalam melakukan pembelajaran fisik motorik anak di Kelompok B TK. Dharma Wanita Persatuan Kota Malang. Saran-saran yang akan dikemukakan meliputi saran untuk Guru Taman Kanak-kanak saran untuk Sekolah lain Saran untuk Peneliti Yang Lain dan saran pengembangan produk lebih lanjut.