Skripsi
Pengembangan model latihan transisi defense ke offense pada ekstrakurikuler bolabasket SMA Negeri 8 Malang / Garry William Dony
Abstrak
Kata kunci Pengembangan model latihan transisi defense ke offense bolabasket. Transisi defense ke offense (TDO) adalah situasi pada saat transisi dari keadaan bertahan berubah menjadi ke posisi penyerangan (PERBASI 6). Taktik ini digunakan untuk membuat pertahanan lawan menjadi kacau karena memiliki pola transisi yang lebih agresif serta mengurangi terjadinya kesalahan-kesalahan pada tim (turn over) karena memiliki kerjasama tim yang baik (team work). Oleh karena itu semua pemain di lapangan harus mengerti bagaimana melaksanakan TDO tersebut. Para pemain terbaik mampu meminimalisir kesalahan (turn over) pada saat penyerangan karena memahami konsep peralihan dari defense ke offense. Berdasarkan analisis kebutuhan yang menggunakan instrumen tertutup pada (1) siswa ekstrakurikuler bolabasket SMA Negeri 8 Malang (2) Pelatih bolabasket SMA Negeri 8 Malang tanggal 20-23 Januari 2010. Analisis kebutuhan yang dilakukan pada 20 siswa putra peserta ekstrakurikuler bolabasket SMAN 8 Malang diketahui siswa perlu dengan latihan TDO sebanyak 18 siswa (90%) dan hanya 2 siswa (10%) yang tidak memerlukan latihan TDO karena merasa sulit untuk memahaminya. Dalam pertandingan dan sesi latihanpun materi transisi yang diterapkan hanya set offense saja sedangkan transisi dari defense ke offense yang lengkap jarang diberikan dan digunakan saat pertandingan dan set offense biasanya mudah dipatahkan lawan. Sehingga banyak sekali yang menginginkan variasi model latihan transisi dari defense ke offense yaitu sebanyak 20 orang (100%) memerlukan variasi latihan ini dapat diambil kesimpulan bahwa kegiatan latihan set offense saja yang diajarkan dan belum pernah mendapat latihan transisi defense ke offense (TDO) akibatnya saat melawan tim yang kuat mereka tidak dapat menyeting ulang serangan (set offense) dan dapat dengan mudah dibaca oleh lawan karena memiliki satu macam peralihan. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model latihan transisi defense ke offense (peralihan dari bertahan ke penyerangan) untuk siswa putra yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 8 Malang. Sehingga siswa dapat dengan mudah mempelajari latihan transisi defense ke offense dengan baik dan benar. Metode pengembangan dalam penelitian ini menggunakan Research and Development yang dikemukakan oleh Borg dan Gall yang telah dimodifikasi oleh peneliti. Prosedur penelitian pengembangannya adalah sebagai berikut (1) Kegiatan pengumpulan informasi yakni penyebaran kuesioner. (2) Men-gembangkan produk awal (peneliti mengembangkan buku model latihan Transisi defense ke offense). (3) Kegiatan evaluasi ahli (dua ahli pengembangan bolabasket dan satu ahli kepelatihan bolabasket). (4) Revisi produk awal revisi berdasarkan evaluasi para ahli. (5) Uji coba tahap I (kelompok kecil) dilakukan dengan melibatkan 10 subjek. (6) kegiatan uji coba tahap II (kelompok besar) dengan melibatkan 20 subjek (7) Hasil akhir produk pengembangan model latihan transisi defense ke offense bolabasket putra SMA Negeri 8 Malang. Pengumpulan data untuk data evaluasi ahli berupa kuesioner untuk (1) dua orang pengembangan bolabasket dan (2) satu orang ahli kepelatihan bolabasket. Untuk mendapatkan data uji coba kelompok kecil subjeknya 10 mahasiswa dan uji coba kelompok besar subjeknya 20 siswa peneliti menggunakan metode pengumpulan data berupa instrumen yang disajikan dalam bentuk kuesioner/angket. Pada pengembangan transisi defense ke offense bolabasket teknik yang digunakan untuk mengolah data hasil penelitian adalah teknik persentase. Hasil penelitian model pengembangan diperoleh hasil sebagai berikut (1) ahli bola basket yaitu 97 91% (baik) (2) Uji coba tahap I (kelompok kecil) yaitu 92 42% (valid) (3) Uji coba tahap II (kelompok besar) yaitu 98.7% (baik). Hasil pengembangan ini berupa model latihan transisi defense ke offense yang dikemas berupa buku model latihan. Lengkap dengan keterangan gambar dan petunjuk pelaksanaan. Diharapkan hasil ini dapat diuji cobakan kepada lingkup yang lebih luas dan dapat disosialisasikan kepada sekolah lain dan perguruan tinggi sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya. Karena penelitian ini hanya terbatas pada pengembangan produk maka diharapkan ada penelitian yang menguji tentang tingkat efektivitas produk yang telah dikembangkan.