Skripsi
Pengembangan paket bimbingan keterampilan sosial bagi siswa sekolah menengah kejuruan / Moh. Ramadhan Afif
Abstrak
Kata kunci paket bimbingan keterampilan sosial siswa SMK Fenomena kurangnya penguasaan siswa SMK terhadap keterampilan sosial menyebabkan siswa kesulitan dalam penyesuaian dengan lingkungan sekitarnya. Padahal penyesuaian sosial merupakan salah satu tugas perkembangan yang harus dicapai oleh remaja. Jika tidak segera diatasi akan berpengaruh pada optimalisasi perkembangannya. Oleh sebab itu konselor perlu membantu siswa untuk mengembangkan dan meningkatkan keterampilan sosial. Tujuan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan Paket Bimbingan Keterampilan Sosial yang bermanfaat mudah untuk digunakan dan dipahami serta akurat sesuai dengan tugas perkembangan bagi siswa SMK. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengadaptasi langkah-langkah pengembangan dari Borg Gall (1983) yang terdiri dari tahap perencanaan tahap pengembangan produk dan tahap uji coba. Subjek uji coba adalah ahli bimbingan dan calon pengguna produk. Data dikumpulkan melalui format penilaian uji ahli dan uji calon pengguna produk berupa skala penilaian. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dengan analisis persentase dan data kualitatif dengan analisis deskriptif. Produk yang dihasilkan dari pengembangan ini adalah Paket Bimbingan Keterampilan Sosial Bagi Siswa SMK yang terdiri atas (1) panduan Paket Bimbingan Keterampilan Sosial untuk konselor dan (2) materi bimbingan keterampilan komunikasi sosial untuk siswa yang terdiri dari lima topik yaitu membuka diri mengekspresikan perasaan secara verbal dan nonverbal mendengarkan dan menanggapi mengungkapkan pendapat serta mempresentasikan diri. Hasil pengembangan menunjukkan tingkat kebermanfaatan Paket Bimbingan Keterampilan Sosial pada aspek kebermanfaatan adalah sangat bermanfaat dengan persentase rata-rata 90% (uji ahli) dan 91 25% (uji calon pengguna produk). Pada aspek kemudahan adalah sangat mudah dengan persentase rata-rata 80 5% (uji ahli dan calon pengguna produk). Pada aspek keakuratan diperoleh persentase rata-rata 79 1% (uji ahli dan calon pengguna produk). Artinya persentase rata-rata berada pada kriteria akurat. Sesuai hasil penilaian ahli isi dan rancangan serta penilaian calon pengguna produk terdapat beberapa komponen paket yang harus direvisi yaitu (1) Tujuan khusus hendaknya berupa perilaku yang dikuasai siswa bukan berupa kegiatan. Misalnya mempraktikkan cara mempresentasikan diri dengan tepat diganti dengan mempresentasikan diri dengan tepat (2) Tulisan yang berwarna mencolok seperti pink atau cygan sebaiknya diganti dengan warna yang lebih meneduhkan siswa. Karena pemilihan warna yang sangat kontras bisa mengakibatkan kelelahan dan kerusakan mata pembaca (3) Tujuan khusus antar ii topik harus konsisten. Karena terdapat beberapa kalimat dalam tujuan khusus salah satu topik yang belum sinkron dengan kalimat dalam tujuan khusus topik yang lain (4) Sebaiknya menggunakan bahasa yang baku dalam penulisan materi bimbingan maupun buku panduan konselor (5) Sebaiknya diberi kata pengantar untuk buku panduan bagi konselor. Karena dapat mempermudah konselor dalam memahami bahasan yang ingin disampaikan sehingga berdampak pula dalam penguasaan materi oleh siswa (6) Menyeragamkan gambar yang ada. Jika di halaman depan menggunakan gambar maka untuk halaman selanjutnya harus terdapat beberapa gambar pendukung yang sesuai dengan topik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka saran yang diberikan adalah (1) konselor harus benar-benar memahami prosedur bimbingan dan materi bimbingan agar siswa dapat mencapai tujuan bimbingan yang dikehendaki (2) isi paket dapat dilakukan revisi secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan akan langkah-langkah bimbingan yang lebih tepat dan terperinci (3) bagi peneliti selanjutnya perlu dilakukan uji lapangan yang melibatkan siswa agar diketahui keefektifan Paket Bimbingan Keterampilan Sosial ini (4) perlu dikembangkan Paket Bimbingan Keterampilan Sosial pada populasi penelitian yang lebih luas baik dari tingkatan sekolah maupun ragam sekolah.