Skripsi
Sintesis dan karakterisasi senyawa kompleks mangan(II) dengan ligan karboksilat dari minyak sawit serta uji potensinya sebagai matriks magnetik / Rifky Fani Detta Wardhana
Abstrak
Kata-kata kunci minyak sawit kompleks mangan(II) karboksilat ligan karboksilat matriks magnetik. Seiring dengan peran magnet yang semakin luas maka dibutuhkan material magnetik lebih unggul daripada yang sudah ada. Material magnetik baru diharapkan memiliki sifat ringan elastis murah dan inovatif. Matriks magnetik merupakan suatu bahan yang dapat mengikat senyawa magnetik. Pada penelitian disintesis senyawa kompleks Mn(II) karboksilat yang berpotensi sebagai matriks magnetik. Molekul dari senyawa kompleks berbasis karboksilat yang besar memiliki pori-pori besar dan bila diberi senyawa Fe2O3 berpotensi bersifat sebagai matriks magnetik. Tujuan penelitian adalah mensintesis kompleks Mn(II) karboksilat melalui reaksi trans-saponifikasi sabun natrium dan garam MnCl2.4H2O yang dilanjutkan dengan karakterisasi kompleks hasil sintesis dan campuran kompleks Mn(II) karboksilat dengan Fe2O3 serta uji potensinya sebagai matriks magnetik. Penelitian terdiri atas tiga tahap yaitu sintesis karakterisasi dan uji potensi. Tahap sintesis meliputi reaksi saponifikasi antara minyak sawit dan NaOH perbandingan mol 1 4 5 menghasilkan sabun natrium yang dilanjutkan dengan reaksi trans-saponifikasi antara sabun natrium dengan garam MnCl2.4H2O perbandingan mol 3 1 menghasilkan kompleks mangan(II) karboksilat. Karakterisasi yang telah dikerjakan yaitu uji titik lebur uji kelarutan penentuan kandungan logam dengan X-Ray Fluorescence identifikasi gugus fungsi dengan Infra Red (IR) penentuan puncak-puncak difraksi dengan X-Ray Diffraction (XRD) Powder Cell dan uji penentuan sifat kemagnetan dengan Magnetic Subceptibility Balance (MSB). Uji Potensi dilakukan dengan mencampur kompleks mangan(II) karboksilat dengan Fe2O3 perbandingan mol 1 1 dan 1 2 serta karakterisasi yang meliputi penentuan kandungan logam dengan X-Ray Fluorescence identifikasi gugus gungsi dengan Infra Red (IR) dan penentuan puncak-puncak difraksi dengan X-Ray Diffraction (XRD) Powder Cell. Hasil penelitian adalah kompleks mangan(II) karboksilat yang disintesis berupa padatan coklat dengan titik lebur 80-88oC persen hasil sebesar 49 22% tidak larut dalam aquades n-heksana etanol absolut larut dalam oktanol memiliki momen magnet efektif rata-rata sebesar 5 92 BM dan bersifat paramagnetik. Hasil penentuan kandungan logam dengan XRF menunjukkan penambahan Fe2O3 ke dalam kompleks Mn(II) karboksilat meningkatkan kandungan Fe dalam campuran. Hasil identifikasi gugus fungsi dengan FTIR menunjukkan bahwa tidak ada perubahan ikatan-ikatan pada ligan ion karboksilat. Hasil penentuan puncak-puncak difraksi dengan XRD Powder Cell menunjukkan bahwa kompleks Mn(II) karboksilat bertindak sebagai matriks magnetik dalam campuran antara kompleks Mn(II) karboksilat dengan Fe2O3.