Skripsi
Penerapan metode simulasi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA MAN Kebonsari Mojoagung Jombang / Mukhlisotur Roudloh
Abstrak
Kata Kunci metode simulasi hasil belajar motivasi belajar Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada bulan Nopember 2009 di MAN Kebonsari Mojoagung Jombang diketahui bahwa metode pembelajaran yang sering digunakan adalah ceramah diskusi kelas dan praktikum. Metode tersebut belum sepenuhnya dapat mengaktifkan siswa secara keseluruhan. Guru jarang menggunakan metode lain yang lebih dapat mengaktifkan siswa. Rendahnya motivasi juga berdampak pada rendahnya hasil belajar. Nilai Ujian Akhir Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2009-2010 menunjukkan hanya 3 siswa yang tuntas belajar. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan metode yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga akan dapat meningkatkan hasil belajar. Salah satu metode yang dapat mengaktifkan siswa adalah metode simulasi. Metode simulasi adalah suatu metode pembelajaran dimana siswa mempelajari suatu fakta konsep atau prinsip melalui kegiatan bermain peran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar (kognitif afektif dan psikomotor) siswa kelas XI IPA MAN Kebonsari Mojoagung Jombang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA MAN Kebonsari Mojoagung Jombang Semester Genap Tahun Pelajaran 2009-2010 berjumlah 24 orang. Hasil belajar kognitif diukur dari peningkatan rata-rata skor tes dan persentase ketuntasan belajar klasikal motivasi dan hasil belajar afektif siswa diukur dari peningkatan persentase klasikal yang diperoleh dari angket hasil belajar psikomotor diperoleh dari persentase klasikal yang diperoleh dari hasil observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode simulasi dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 79% (baik) menjadi 85% (sangat baik) pada siklus II. Hasil belajar kognitif siklus I sebesar 76 79 dengan persentase klasikal 58 33% (kurang baik) menjadi 82 04 dengan persentase klasikal 91 67% (sangat baik) pada siklus II hasil belajar afektif siswa pada siklus I sebesar 64% (baik) menjadi 78% (baik) pada siklus II hasil belajar psikomotor siswa pada siklus I sebesar 63% (baik) menjadi 90% (sangat baik) pada siklus II.