Skripsi
Hubungan antara perkembangan sosioemosional dengan perilaku agresif siswa kelas VII dan VII SMP Laboratorium UM / Arina Fithriyana
Abstrak
Kata kunci Perkembangan Sosioemosional Perilaku Agresif. Setiap manusia pasti melalui proses perkembangan dalam hidupnya. Siswa Sekolah Menengah Pertama adalah siswa yang berada pada rentang usia remaja. Remaja cenderung belum memiliki kestabilan emosi padahal ia memiliki kebutuhan yang sangat besar untuk diterima oleh teman sebayanya. Hubungan dengan teman sebaya dan ketidakstabilan emosi yang ada pada dirinya dapat mendorong remaja untuk berperilaku agresif. Oleh kerena itu siswa yang telah matang perkembangan sosioemosionalnya diharapkan mampu menunjukkan hubungan yang baik dengan orang lain dan dapat mereaksi secara wajar terhadap rangsangan yang diberikan orang lain sehingga dapat meminimalkan kecenderungan berperilaku agresif dalam dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) gambaran perkembangan sosioemosional siswa (2) gambaran perilaku agresif siswa dan (3) hubungan antara perkembangan sosioemosional dengan perilaku agresif siswa. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII dan VIII SMP Laboratorium UM pada tahun ajaran 2010/2011 dimana kelas VII terdiri dari 5 kelas dan kelas VIII terdiri dari 6 kelas. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan menggunakan teknik cluster random sampling dimana masing-masing tingkatan kelas diambil 1 kelas sebagai sampel penelitian. Data diambil dengan menggunakan angket yaitu meliputi angket perkembangan sosioemosional dan angket perilaku agresif. Analisis data penelitian dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan teknik korelasi Product Moment. Sedangkan untuk pengujian hipotesis dengan menggunakan nilai probability error. Jika nilai probability error 0 05 maka Ho diterima. Begitu juga sebaliknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas VII dan VIII SMP Laboratorium UM sudah matang perkembangan sosioemosionalnya. Sedangkan untuk perilaku agresif sebagian besar siswa cenderung kurang agresif. Sementara itu dari hasil uji korelasi didapat R -0.364 p 0 001. Hal ini menunjukkan bahwa p 0.05 sehingga dapat diartikan terdapat hubungan yang negatif antara perkembangan sosioemosional dengan perilaku agresif siswa kelas VII dan VIII SMP Laboratorium UM. Arah hubungan yang negatif ini menunjukkan bahwa semakin matang perkembangan sosioemosional siswa maka semakin berkurang tingkat perilaku agresifnya. Begitu juga sebaliknya. Berdasarkan hasil penelitian saran yang dapat disampaikan antara lain konselor sebaiknya berperan aktif dalam membimbing siswa memahami dirinya khususnya bagi siswa yang belum matang perkembangan sosioemosionalnya dan masih agresif perilakunya. Layanan yang diberikan dapat berupa layanan informasi layanan individu layanan bimbingan kelompok dan lain sebagainya. Sedangkan guru matapelajaran hendaknya mampu memahami siswa dan memberikan contoh yang baik kepada siswa supaya tidak memicu timbulnya perilaku yang tidak diharapkan di sekolah. Sementara itu bagi peneliti selanjutnya yang tertarik dengan penelitian sejenis dapat melanjutkan penelitian terhadap berbagai aspek perkembangan siswa yang menarik untuk di kaji.