Skripsi
Kajian permainan olahraga tradisional balbudih di Desa Juluk Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep / Dedi Farit Irawan
Abstrak
Kata Kunci Permainan Olahraga Tradisional Balbudih Olahraga tradisional merupakan hasil dari tradisi dan kebudayaan masyarakat yang harus dilestarikan. Akhir-akhir ini permainan tradisional sedikit-demi sedikit di kikis oleh modernisasi yang menglobal sehingga masyarakat harus mampu mempertahankan budaya lokal dan tradisional. Kabupaten Sumenep mempunyai olahraga tradisional Balbudih dan peneliti menemukan permainan tersebut di Desa Juluk Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Permainan olahraga tradisional Balbudih ini sangat unik dan menarik serta mengandung nilai budaya dan tradisi sehingga permainan ini perlu untuk dilestarikan oleh generasi-generasi penerusnya. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui tentang sejarah perkembangan permainan Balbudih di Desa Juluk Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep bentuk permainan Balbudih dan nilai-nilai yang terkandung dalam permainan Balbudih. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini terdiri atas sesepuh Desa Juluk mantan pemain ketua tim Desa Juluk dan pemain yang masih aktif. Pengumpulan data menggunakan wawancara observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi data. Untuk menjamin keabsahan data maka dilakukan perpanjangan kehadiran selama satu minggu ketekunan pengamatan yaitu peneliti selalu mengkaji dan mencari kebenaran data yang diperoleh dengan melakukan wawancara dengan bebrapa orang yang berbeda dan triangulasi yaitu dengan meneliti kebenaran sumber data metodologi yang digunaka proses penelitian serta teori yang digunakan. Hasil penelitian menyatakan (1) permainan ini berkembang di Desa Juluk mulai tahun 1950-an tetapi dari tahun sebelumnya permainan ini sudah lebih berkembang di daerah lain Desa pinggiran Kota Kabupaten Sumenep yaitu sekitar Desa Nambakor Babbalan dan Patean. Permainan ini merupakan permainan musiman yang biasa dimainkan pada musim kemarau (2) Permainan ini dimainkan di lapangan terbuka yang berbentuk persegi panjang dengan panjang 12 meter dan lebar 3 meter tempat memukul bola dengan jarak 9 meter dari garis depan lapangan dan ditanam dengan ketinggian 10 cm. Bola menggunakan bola tenis jumlah pemain sebanyak 9 orang dan wasit 5 orang (3) nilai yang terkandung adalah nilai sosial yang berhubungan dengan interaksi sosial masyarakat seperti kerjasama kedisiplinan persaudaraan keakraban kejujuran dan spootifitas dll kemudian nilai sosial yang berhubungan dengan relegiusitas yaitu memotivasi masyarakat dalam melakukan ibadah atau menjalankan tradisi keagamaan serta nilai sosial yang berpengaruh pada motivasi hidup yaitu menghilangkan kebosanan masyarakat dalam bekerja setiap hari. Permainan olahraga tradisional harus tetap dilestarikan karena digunakan sebagai alat bagi masyarakat untuk bersosialisasi dan berinteraksi sosial oleh karena itu pemerintah setempat harus mampu untuk mengidentifikasi permainan yang diciptakan oleh masyarakat kemudian hasil budaya dan tradisi masyarakat harus selalu dikaji oleh para ahli dan akademisi serta pemerintah.