Skripsi
Nilai-nilai kearifan lokal dalam tari gandrung dan upaya pelestariannya di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi / Alfia Puji Yuanita
Abstrak
Kata Kunci Nilai-nilai Kearifan Lokal Tari Gandrung Tari Gandrung merupakan salah satu seni tari tradisional yang berada di kabupaten Banyuwangi sehingga disebut dengan Gandrung Banyuwangi. Tari Gandrung Banyuwangi dalam pementasannya ada tiga bagian yaitu jejer Gandrung ngrepen atau repenan paju atau maju Gandrung dan seblang-seblangan. Tarian ini dipentaskan dalam berbagai acara seperti khitanan pernikahan event pariwisata dan dalam rangka memperingati hari jadi kota kabupaten Banyuwangi dan dijadikan muatan lokal untuk tingkat sekolah. Kearifan lokal adalah nilai yang dianggap baik dan benar oleh masyarakat sehingga dapat bertahan dalam waktu yang lama. Nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tari Gandrung yaitu nilai perjuangan keindahan pandangan hidup simbolis budaya dan tanggung jawab. Upaya melestarikan budaya tari Gandrung agar tidak punah yaitu dengan cara pelatihan-pelatihan secara menyeluruh di sekolah-sekolah dan sanggar-sanggar yang ada di desa Kemiren bahkan mulai dari taman kanan-kanak SD sampai SMA. Dinas pariwisata dan kebudayaan kabupaten Banyuwangi juga mempunyai program dalam melestarikan tarian Gandrung yaitu dengan cara aktualisasi yang dilakukan dalam 1 bulan sekali dan pelaksanaannya pada waktu padang bulan artinya tarian tersebut dipertunjukkan kembali supaya tetap terjaga kelestariannya. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan asal-usul tari Gandrung (2) mendeskripsikan wujud / bentuk dalam gerakan tari Gandrung (3)mendeskripsikan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tari Gandrung (4) mendeskripsikan persepsi masyarakat terhadap tari Gandrung dan (5) mendeskripsikan upaya melestarikan tari Gandrung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Untuk mencapai tujuan tersebut data dikumpulkan dengan cara observasi partisipatif studi dokumentasi serta wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Penelitian dilakukan di desa Kemiren kecamatan Glagah kabupaten Banyuwangi dengan obyek penelitian adalah masyarakat desa Kemiren penari Gandrung perangkat desa Kemiren dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi. Dari hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa asal-usul tari Gandrung yaitu pada masa gerilya Blambangan dalam melawan penjajahan pemerintahan Belanda Gandrung dilakukan oleh laki-laki yang bernama Marsan dan sekarang digantikan oleh perempuan yang bernama Temu. Bentuk gerakan dalam tari Gandrung yaitu jejer ngrepen maju Gandrung dan seblang-seblangan. Nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tari Gandrung yaitu nilai perjuangan keindahan pandangan hidup simbolis budaya dan tanggung jawab. Persepsi masyarakat terhadap tari Gandrung yaitu dalam setiap gerakan dan lagu yang dibawakan oleh penari dapat menggugah semangat pejuang dalam melawan penjajah Belanda pada waktu pertempuran gerilya Blambangan. Upaya melestarikan tari Gandrung yaitu Pemerintah kabupaten Banyuwangi pun bahkan mulai mewajibkan setiap siswanya dari SD hingga SMA untuk mengikuti ekstrakurikuler kesenian Banyuwangi. Dinas pariwisata dan kebudayaan kabupaten Banyuwangi juga mempunyai program yaitu dengan cara aktualisasi yang dilakukan dalam 1 bulan sekali dan pelaksanaannya pada waktu padang bulan artinya tarian tersebut dipertunjukkan kembali supaya tetap terjaga kelestariannya. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya masyarakat lebih mengerti tentang kandungan makna yang terdapat dalam setiap budaya yang dimiliki oleh kabupaten Banyuwangi dan cara menjaga melestarikan kebudayaan daerah secara berkelanjutan supaya tidak tergilas oleh arus globalisasi.