Skripsi
Perbedaan prestasi belajar ditinjau dari tipe kepribadian ekstravert-introvert mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang / Rarat Paramitha
Abstrak
Kata kunci Prestasi Belajar Tipe Kepribadian Ekstravert Tipe Kepribadian Introvert Prestasi belajar menurut Slameto (2003) adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Menurut Jung ekstraversi adalah orang yang pandangannya objektif dan tidak pribadi sedangkan introversi adalah orang yang pandangannya subjektif dan individualis (Alwisol 2004). Menurut Eysenck (dalam Feist dan Feist 2008) perbedaan utama ekstraversi dan introversi bukanlah pada aspek behavioral melainkan lebih pada tataran biologis dan genetik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar antara mahasisiwa yang bertipe kepribadian introvert dengan mahasiswa yang bertipe kepribadian ekstrovert. Data didapat dari 70 mahasiswa Psikologi dengan teknik pengambilan data stratified sampling angkatan 2006 2007 dan 2008 Universitas Negeri Malang. Penelitian ini dianalisis menggunakan t-test dengan bantuan program SPSS versi 14.00. Data tersebut menggunakan 2 instrumen ukur (1) EPI-A (adaptasi Indonesia) sebagai alat ukur Tipe Kepribadian dengan validitas antara 0 1647-0 4621 dan reliabilitas sebesar 0 862 (2) IPK sebagai alat ukur Prestasi Belajar. Hasil penelitian ada perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa bertipe kepribadian ekstravert dengan mahasiswa bertipe kepribadian introvert. Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang tahun 2006 2007 dan 2008 lebih banyak yang bertipe kepribadian ekstravert yakni dengan hasil 39 orang yang bertipe kepribadian ekstravert dan 31 orang yang bertipe kepribadian introvert. 6 orang berprestasi dengan predikat memuaskan 53 orang predikat sangat memuaskan dan 11 orang predikat dengan pujian jadi dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang lebih banyak yang berprestasi dengan predikat sangat memuaskan. Dari penelitian yang telah dilakukan terdapat beberapa saran di antaranya untuk mahasiswa ialah membentuk gaya belajar yang sesuai dengan tipe kepribadiannya masing-masing untuk pendidik diharapkan membuat proses belajar-mengajar yang seimbang sehingga masing-masing individu dengan tipe kepribadian yang berbeda-beda tetap dapat memperoleh prestasi belajar yang diharapkan. Bila hendak melakukan penelitian sejenis hendaknya menggunakan pendekatan yang berbeda agar diperoleh keanekaragaman pengetahuan dari penelitian yang berbeda.