Skripsi
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran mengikuti prosedur keamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja (studi pada siswa Administrasi Perkantoran kelas X SMK PGRI 2 Malang) / Pratam
Abstrak
Kata kunci Pembelajaran berbasis masalah dan hasil belajar Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta adanya globalisasi menuntut tersedianya sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan keterampilan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan jaman. Pendidikan merupakan suatu upaya dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan ketrampilan sesuai tuntutan pembangunan bangsa dimana kualitas suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh faktor pendidikan.Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita sekarang adalah masalah lemahnya proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang ada selama ini ternyata hanya membuat siswa sangat terbebani dengan materi dan tugas yang diberikan oleh guru dengan metode ceramah.Tujuan dari penelitian ini adalah dapat memaksimalkan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar yaitu metode pembelajaran berbasis masalah diharapkan tidak hanya memperdalam pemahaman peserta didik tetapi juga meningkatkan sikap positif terhadap pelajaran rasa saling menghargai saling memiliki dan dapat pula mengembangkan keterampilan untuk menghargai orang lain oleh karena itu dengan penerapan pembelajaran berbasis masalah diharapkan siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya sehingga memperoleh hasil yang maksimal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari hasil pre test siswa pada siklus I diketahui bahwa rata-rata dari skor tes siswa sebelum tindakan adalah 62 5 dengan skor tertinggi 80 dan jumlah siswa yang tuntas belajar (skor 8805 70) sebanyak 10 siswa dengan presentase tingkat ketuntasan belajar sebesar 31 25 %. Setelah diterapkan pembelajaran problem based learning rata-rata skor tes siswa meningkat menjadi 75 22 dengan skor tertinggi sebesar 95 dan jumlah siswa yang tuntas belajar (skor 8805 70) sebanyak 26 siswa dengan presentase ketuntasan belajar sebesar 81 25 %. Ini tentu saja belum memenuhi kriteria kelulusan secara kelompok yaitu lebih dari 85%. Pada siklus II rata-rata dari skor tes siswa sebelum tindakan adalah 76 25 dengan skor tertinggi 100 dan jumlah siswa yang tuntas belajar (skor 8805 70) sebanyak 21 siswa dengan presentase tingkat ketuntasan belajar sebesar 65 63 %. Setelah diterapkan pembelajaran problem based learning rata-rata skor tes siswa meningkat menjadi 78 90 dengan skor tertinggi sebesar 95 dan jumlah siswa yang tuntas belajar (skor 8805 70) sebanyak 29 siswa dengan presentase ketuntasan belajar sebesar 90 63 %. ini membuktikan bahwa pada siklus II ini sudah melebihi kriteria kelulusan secara kelompok. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Keamanan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah mengalami peningkatan. Sehingga model ini perlu untuk diimplementasikan serta dikembangkan bukan hanya pada mata pelajaran Keamanan Keselamatan dan Kesehatan Kerja akan tetapi juga pada mata pelajaran lain yang sesuai. Karena strategi ini selain meningkatkan prestasi belajar siswa strategi ini juga sangat berguna dalam melatih siswa untuk memecahkan masalah dan kemampuan siswa dalam berpikir kritis.