Disertasi
Pengaruh penggunaan hypermedia dalam pembelajaran menggunakan strategi siklus belajar terhadap pemahaman dan aplikasi konsep kimia pada siswa SMP dengan dua gaya belajar berbeda / I Made Kirna
Abstrak
Disertasi Program Studi Teknologi Pembelajaran Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Wayan Ardhana M.A. (II) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng M.Pd (III) Dr. Sulthon M. Pd. Kata kunci hypermedia siklus belajar gaya belajar pemahaman konsep kimia aplikasi konsep Belajar pemahaman dalam konteks paradigma baru tidak cukup hanya pada aspek konstruksi mental. Dalam belajar pemahaman pebelajar diharapkan juga mampu mengaplikasikan pengetahuannya secara fleksibel dan kreatif pada lingkungan atau situasi praktis. Isu penting pembelajaran sains utamanya kimia adalah masih rendahnya pemahaman konsep siswa. Sebagian besar siswa pemula SMP belajar kimia tidak bermakna sehingga pengetahuannya sulit diaplikasikan. Pembelajaran pemahaman konsep yang sesuai dengan hakekat sains semestinya didorong pada pembelajaran menggunakan pendekatan inkuiri seperti siklus belajar namun implementasinya mengalami kendala utamanya kendala teknis seperti keterbatasan alat/bahan dan waktu. Di samping itu pembelajaran pemahaman konsep kimia juga penting mempertimbangkan hakekat kimia yang sifatnya submikroskopis dan visuospatial. Kemajuan teknologi multimedia seperti hypermedia sangat potensial dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan teknis implementasi pembelajaran menggunakan pendekatan inkuiri. Fasilitas yang dimiliki oleh hypermedia juga sangat potensial untuk mengoptimalkan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pemahaman konsep. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan hypermedia dalam pembelajaran menggunakan pendekatan inkuiri yaitu siklus belajar tiga fase. Penelitian ini juga menjelaskan pengaruh pembelajaran menggunakan hypermedia terhadap siswa dengan gaya belajar berbeda. Tujuan penelitian ini adalah (1) membandingkan efektivitas penggunaan hypermedia dan nonhypermedia (konvensional) dalam pembelajaran menggunakan strategi siklus belajar dilihat dari pemahaman dan kemampuan mengaplikasikan konsep kimia pada siswa SMP (2) mengkaji pengaruh gaya belajar dimensi verbal-visual terhadap efektivitas penggunaan hypermedia dalam memfasilitasi belajar kimia pada siswa SMP dan (3) mengkaji interaksi antara strategi penyampaian siklus belajar menggunakan media berbeda (SB-hypermedia dan SB-nonhypermedia) dan gaya belajar (verbal dan visual) terhadap efektivitas pembelajaran kimia pada siswa SMP. Penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Penelitian dilakukan di dua SMP Negeri yang dipilih secara cluster random sampling (multistage) dari populasi SMPN di kota Singaraja yaitu SMPN 2 dan SMPN 6 Singaraja. Penelitian dilakukan di kelas VII semester I pada tahun akademik 2009/2010. Jumlah siswa yang dilibatkan adalah sebanyak 118 orang yang terdiri dari 53 laki-laki dan 65 perempuan. Data penelitian dikumpulkan menggunakan (1) tes pemahaman konsep (2) tes aplikasi konsep dan (3) angket gaya belajar verbal-visual hasil adaptasi dari Index of Learning Style ILS Felder-Soloman. Tes pemahaman konsep terdiri dari 25 soal pilihan ganda yang sebagian mengandung pilihan alasan dengan reliabilitas alpha Cronbach 0 797. Tes aplikasi konsep terdiri dari 6 soal essay dengan reliabilitas alpha Cronbach 0 875. Analisis faktor dilakukan untuk menentukan validitas konstruk angket gaya belajar verbal-visual adaptasi ILS Felder-Soloman. Hasil analisis faktor menunjukkan bahwa hanya 7 dari 11 item ILS Felder-Soloman yang valid dan diperoleh tiga konstruk yang menjadi landasan konseptual dari angket ini yaitu (a) format informasi yang disukai untuk memori atau mengingat (b) format informasi yang disukai untuk input dan (c) format informasi yang disukai karena bakat seni menggambar. Reliabilitas angket gaya belajar verbal-visual adaptasi ILS Felder-Soloman adalah 0 649. Data dianalisis secara deskriptif dan MANCOVA faktorial 2x2 dengan menggunakan SPPS 13.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemahaman konsep kimia siswa SMP kelas VII yang menggunakan hypermedia lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan nonhypermedia (2) siswa yang memiliki gaya belajar visual mempunyai pemahaman konsep yang lebih tinggi dari pada yang memiliki gaya belajar verbal (3) ada interaksi antara strategi penyampaian siklus belajar (SB-hypermedia dan SB-nonhypermedia) dan gaya belajar (verbal dan visual) terhadap pemahaman konsep dan (4) kemampuan aplikasi konsep siswa SMP kelas VII tidak berbeda secara signifikan baik antara kelompok strategi penyampaian siklus belajar menggunakan media berbeda (SB-Hypermedia dan SB-Nonhypermedia) maupun kelompok gaya belajar dimensi verbal-visual. Terkait dengan pemahaman konsep temuan penelitian ini menegaskan bahwa visualisasi konseptual dan kemampuan literasi visual siswa berperan penting dalam pembelajaran sains. Praktikum laboratorium akan optimal dalam memfasilitasi pengembangan pemahaman mendalam apabila didukung dengan visualisasi konseptual. Pembelajaran sains sangat penting mengembangkan kemampuan literasi visual dengan memberikan peluang siswa memahami visualisasi konseptual sekaligus mendorong siswa menyampaikan pemahamannya menggunakan visualisasi. Terkait dengan kemampuan dalam aplikasi konsep temuan ini menegaskan bahwa kemampuan dalam mengaplikasikan konsep tidak berkaitan langsung dengan jenis media. Kemampuan aplikasi konsep lebih banyak dikontribusi oleh intensitas latihan mengaplikasikan konsep dengan menggunakan kasus yang bervariasi. Berdasarkan temuan penelitian guru sains SMP disarankan menggunakan hypermedia untuk mendukung pembelajaran menggunakan pendekatan inkuiri dalam rangka meningkatkan pemahaman konsep dan literasi teknologi. Dalam mengelola pembelajaran sains utamanya kimia pemula guru disarankan memberikan penekanan pembelajaran pada aspek submikroskopis menggunakan bantuan visualisasi (analogi konseptual) dan mendorong siswa mengemukakan pemahamannya menggunakan visualisasi. Gaya belajar verbal-visual perlu menjadi pertimbangan guru dalam mengelola pembelajaran menggunakan teknologi multimedia. Perhatian khusus perlu diberikan kepada siswa verbal dalam pembelajaran sains yang menggunakan teknologi ini.