Skripsi
Upaya peningkatan pembelajaran IPA siswa kelas IVA melalui penerapan model siklus belajar (learning cycle) di SDN Landungsari 01 Malang / Erlyk Dwi Yuliani
Abstrak
Kata kunci pembelajaran IPA siklus belajar Penerapan model siklus belajar setidaknya dapat meningkatkan motivasi belajar siswa karena siswa dilibatkan secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi awal terhadap pembelajaran IPA kelas IVA SDN Landungsari 01 Malang guru masih menggunakan metode konvensional dan siswa pasif selama pembelajaran. Hasil belajar siswa rata-rata masih tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar pratindakan yaitu 57 2 dan masih terdapat 17 siswa atau 77 3% belum mencapai ketuntasan belajar individu yang telah ditetapkan yaitu 65 sehingga masih jauh dari KKM yang ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penerapan model siklus belajar pada pembelajaran IPA (2) aktivitas belajar siswa kelas IVA (3) hasil belajar IPA setelah menerapkan model pembelajaran siklus belajar di kelas IVA. Subyek dari penelitian adalah siswa kelas IVA sebanyak 22 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah PTK dalam bentuk kolaboratif partisipatoris. Pelaksanaan PTK mengacu pada model siklus PTK yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart meliputi empat tahap yaitu 1) planning 2) acting observing 3) reflecting dan 4) revise plan. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dokumentasi catatan lapangan dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model siklus belajar pada pembelajaran IPA mampu merubah cara belajar siswa dari menerima pengetahuan menjadi membentuk pengetahuan sendiri melalui serangkaian kegiatan penemuan konsep. Selain itu dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Untuk aktivitas siswa dapat terlihat dari skor rata-rata aktivitas kegiatan siswa disiklus I sebesar 74 8 dan pada siklus II skor rata-rata yang diperoleh meningkat menjadi 82. Selain itu keaktifan siswa dapat dilihat saat melakukan diskusi kelompok mengajukan pertanyaan ataupun menjawab pertanyaan. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Hal ini terbukti dari rata-rata hasil belajar sebelumnya yaitu 57 2 dengan ketuntasan belajar kelas 22 7% pada siklus I meningkat menjadi 65 7 dengan ketuntasan belajar kelas sebesar 59 1%. Sedangkan di siklus II mengalami peningkatan lagi menjadi 74 4 meskipun ada 6 siswa atau (27 3%) yang belum mencapai ketuntasan belajar secara individu namun untuk ketuntasan belajar kelas sudah mencapai 72 7%. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di SD adalah untuk Kepala Sekolah hendaknya memotivasi agar meningkatkan aktivitas dan hasil belajar dengan menerapkan model pembelajaran siklus belajar. Untuk guru sebaiknya menerapkan model pembelajaran siklus belajar pada pelajaran IPA dengan Kompetensi Dasar yang berbeda agar siswa lebih memahami konsep IPA dengan jelas dan mudah. Bagi peneliti yang lain mengingat pada penelitian ini masih terdapat kekurangan diantaranya belum bisa menuntaskan hasil belajar siswa seluruhnya maka disarankan untuk mengkombinasikan penggunaan media pembelajaran lain lebih relevan yang sekiranya mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Disarankan juga untuk mencoba mengembangkan penelitian lanjutan yang membahas tentang peningkatan efektifitas dan motivasi belajar siswa melalui penggunaan model siklus belajar.